Kobaran api yang bermula dari rumah milik Mawardi (60) dan membakar dua rumah lainnya, masing-masing milik Mulya (48) dan Hasan (60).
Menurut saksi mata Jainal (28) warga setempat, Sabtu, saat itu listrik padam dan warga dikagetkan oleh teriakan Mawardi yang meminta tolong karena rumahnya terbakar.
Sambil berlari ke luar rumah korban bersama isterinya, Sumiati (48) berteriak minta tolong dengan kaki terbakar.
"Sewaktu ke luar rumah, kaki korban dan isterinya terbakar dan warga pun berusaha memadamkan api," ujarnya.
Kasubag Humas Polres Tabalong, AKBP Sumardi mengatakan penyebab kebarakan sendiri masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Namun diperkirakan api dipicu oleh bahan bakar bensin yang ada di rumah korban (Mawardi) karena pada saat itu listrik mati dan api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 20.00 wita.
"Kebetulan di rumah Mawardi banyak disimpang bensin karena ia seorang pedagang, akibatnya pada saat kebakaran terjadi api cepat membesar dan menyebabkan dua rumah disebelahnya turut terbakar," kata Sumardi.
Akibat kebakaran ini ujar Sumardi, kerugian diperkirakan mencapai Rp750 juta dan dua korban bakar saat ini sudah mendapat perawatan di RSUD H Badaruddin Tanjung.(mia/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.