Oleh Syamsuddin Hasan



Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimatan Selatan mengungkapkan, nilai ekspor dan impor dari provinsi tersebut pada Desember 2013 mengalami kenaikan.

"Nilai nilai ekspor Kalsel Desember 2013 tercatat 832,77 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 5,92 persen dibandingkan November 2013," ungkap Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendy, di Banjarmasin, Senin.

Begitu pula nilai impor Kalsel Desember 2013 mencapai 285,82 juta dolar AS atau naik 33,24 persen dibandingkan dengan November 2013 yang ketika itu tercatat 214,51 juta dolar AS.

Demikian juga bila dibandingkan dengan Desember 2012 yang ketika itu nilai ekspor Kalsel mencapai 733,42 juta dolar AS, pada Desember 2013 mengalami kenaikan 13,55 persen.

Sementara nilai impor Kalsel Desember 2013 mengalami penurunan sebesar 12,18 persen bila dibandingkan dengan Desember 2012 yang ketika itu mencapai 327,50 juta dolar AS.

Komoditi utama penyumbang ekspor terbesar Kalsel pada Desember 2013 berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua dijit adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai 670,65 juta dolar AS.

Selain itu, kelompok lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai 108,16 juta dolar AS, serta kelompok bijih, kerak dan abu logam (HS 26) dengan nilai 31,07 juta dolar AS.

Negara utama tujuan ekspor Kalsel pada Desember 2013 tersebut ke China dengan nilai 300,66 juta dolar AS, India dengan nilai 203,05 juta dolar AS, dan Jepang dengan nilai 114,79 juta dolar AS.

Sedangkan komoditi utama impor terbesar Kalsel Desember 2013 berdasarkan kode HS dua dijit terdiri kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai 259,02juta dolar AS.

Kemudian kelompok masin-mesin/peralatan mekanik (HS 84) dengan nilai 10,10 juta dolar AS, dan kelompok pupuk (HS 31) dengan nilai 5,54 juta dolar AS, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun Banjarmasin.

Sementara negara utama pemasok produk impor Kalsel Desember 2013 dari Singapore dengan nilai 162,56 juta dolar AS, Malaysia dengan nilai 80,34 juta dolar AS, dan Hongkong dengan nilai 20,87 juta dolar AS.



: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026