Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, nilai tukar petani di provinsi itu pada Januari 2014 naik lagi sebagaimana Desember 2013.

Pada Januari 2014 nilai tukar petani (NTP) di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu tercatat 101.00 atau naik 0,55 persen dibandingkan dengan Desember 2013, ungkap Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendy, Senin.

Sedangkan pada Desember lalu NTP di provinsi yang berpenduduk mencapai 3,6 juta jiwa itu tercatat 100,44 atau naik 0,75 persen dibandingkan dengan keadaan November 2013.

Naiknya NTP Kalsel Januari 2014 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan 1,13 persen, lebih tinggi dari indeks harga yang dibayarkan petani (Ib), yang juga naik sebesar 0,58 persen.

Dilihat dari subsektornya, ada lima subsektor pertanian yang mengalami kenaikan NTP, ujarnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Subsektor pertanian yang mengalami kenaikan, yaitu subsektor tanaman pangan 0,27 persen, subsektor holtikultura 0,02 persen, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 1,18 persen.

Kemudian subsektor perternakan naik 0,45 persen, serta subsektor perikanan secara umum turun 1,11 persen, lanjutnya, didampingi Kepala Bidang Distriburi BPS Kalsel Arih Prasetyo.

Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel pada Januari 2014, yaitu terjadinya inflasi pedesaan di Kalsel sebesar 0,76 persen akibat naiknya indeks subkelompok bahan makanan 1,47 persen.

Selain itu, subkelompok perumahan naik 1,06 persen, subkelompok sandang 0,66 pesen, subkelompok kesehatan 0,93 persen, serta subkelomok transportasi dan komunikasi naik 0,02 persen.

Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada Januari 2014 sebesar 103,65 atau naik 1,08 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya.

Pada Januari 2014, secara nasional, Provinsi Sumatera Barat mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,98 persen, sebaliknya Prov Sulawesi Tenggara mengalami penurunan terbesar, yaitu 1,47 persen.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026