Oleh Yose Rizal

Martapura, (Antaranews.Kalsel) - Persija mampu memecahkan rekor menang di kandang Barito Putera dengan skor 2-1 dalam pertandingan Liga Super Indonesia 2014 di Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.

Sebelumnya, sepanjang kompetisi Liga Super Indonesia tahun 2012/2013 Barito Putera tidak pernah kalah di Stadion Demang Lehman Martapura yang merupakan markas tim berjuluk Laskar Antasari itu.

Pertandingan yang berlangsung malam hari mulai pukul 20.00 Wita itu berlangsung cepat, tim tamu Persija langsung menyerang lini pertahanan Barito yang dikawal Ebanda Herman, Agus Cima dan Fathur Rahman.

Hasilnya, pertandingan baru saja berjalan tiga menit, Persija unggul melalui gol yang disarangkan striker Rohit Chand melalui tendangan keras di depan mulut gawang Barito yang dijaga Aditya Harlan.

Ketinggalan satu gol, anak-anak Barito meningkatkan tempo serangan dan cukup merepotkan barisan pertahanan Persija yang dijaga empat pemain yakni Fabiano, Syahrizal, April Hadi dan Ismet Sofyan.

Gol balasan Barito tercipta melalui titik penalti menit ke-8 setelah James Koko Lomel dijatuhkan dan James sendiri sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya membobol gawang Persija yang dijaga Andry Tani.

Setelah kedudukan imbang, kedua tim yang sebelumnya bermain dalam tempo cepat kembali menurunkan tempo permainan dan hingga babak pertama berakhir skor imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, Barito yang didukung sekitar 10 ribu suporter berupaya menyerang dan sempat menciptakan peluang namun gagal dalam penyelesaian akhir sehingga tidak membuahkan gol.

Sepuluh menit terakhir tepat pada menit 83, Ramdani Lestaluhu yang berdiri bebas di depan gawang Barito setelah menerima umpan langsung mengarahkan tendangan keras tanpa mampu dihalau Aditya.

Menjelang menit-menit akhir, pemain Barito yang tidak ingin dipermalukan di kandang sendiri meningkatkan tempo serangan namun hingga pertandingan usai kedudukan tidak berubah 2-1 untuk Persija.

Asisten Pelatih Barito Yunan Helmi mengatakan, lini belakang merupakan titik lemah dan mampu dimanfaatkan para pemain Persija sehingga dapat memenangi pertandingan yang berlangsung dalam tempo cepat itu.

"Lini belakang memang lemah dan pemain Persija melihat kelemahan itu sehingga mereka tampil agresif. Namun anak-anak sudah bermain maksimal," ujar Yunan.

Pelatih Persija Benny Dolo mengaku puas atas kemenangan yang diraih anak asuhnya karena mereka mampu melihat kelemahan lini belakang Barito dan menekan balik sehingga mampu menyerang dan menghasilkan gol.

"Pemain Barito memiliki daya juang yang kuat dan menekan, tetapi lini belakang lemah dan mampu dilihat anak-anak sehingga mereka bisa menekan balik dan berbuah gol," katanya. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026