Seorang pemandu lagu di tempat hiburan malam (THM) Nasa Luxury Club, Jalan Djok Mentaya, Banjarmasin, Rif (20/3), Minggu sekitar pukul 08.00 Wita ditemukan tewas gantung diri di Mess Nasa lantai lima oleh seorang pembantu yang bernama Hakimah.
     
     Pemandu yang diketahui berasal dari Bandung, Jawa Barat, ditemukan Hakimah saat hendak menjemur pakaian, tergantung dengan seutas tali kain berwarna hitam dengan mulut berbusa.
      
     Melihat kejadian tersebut, pembantu yang berasal dari Sungai Bilu, Banjarmasin itu langsung melapor kepada seorang mami Mess Luxury Club yang bernama Ari.

     Ari yang ditemui di ruangan Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, menuturkan, ia mengetahui Rif gantung diri sekitar pukul 08.00 wita dari seorang pembantu di mess tersebut.

     Usai mengetahui kejadian tersebut, pihak menejemen THM Nasa langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian.

     Sehari sebelumnya, sekitar pukul 14.00 wita, lanjut Ari, Rif sudah meminta izin melalui pesan singkat (SMS) mengatakan, bahwa hari itu ia tidak dapat bekerja lantaran sakit.

     Ia mengungkapkan, Rif dikenal pendiam, mudah bergaul dengan teman seprofesinya, dan terkesan tertutup, khususnya untuk urusan pribadi. Tetapi untuk urusan pekerjaan ia terbuka.
    
     "Rif pendiam dan tertutup jika urusan pribadi, tetapi mau terbuka apabila itu urusan pekerjaan saja," terangnya.

     Kapolsek Banjarmasin Tengah, AKP Fathul Ullum Sik, membenarkan, dugaan sementara Rif meninggal dunia akibat gantung diri.Namun demikian, kasus tersebut masih terus diselidiki.

     Polisis juga akan memriksa saksi-saksi, diantaranya pembantu Mess dan  teman satu kamar korban dan mami Ari.

     Sementara mayat Rif dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin untuk divisum yang rencananya juga akan diotopsi guna memastikan penyebab kematian korban.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026