Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, mengatakan cukup terganggu dengan terjadinya pemadaman listrik yang hampir tiap hari terjadi di provinsi kaya tambang batu bara ini.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada serah terima jabatan pemimpin Bank Indonesia Banjarmasin dari Bramudija Hadinoto kepada Khairil Anwar di Aula BI Banjarmasin Rabu.

"Permasalahan krusial di Kalsel yang kini sedang kita hadapi adalah krisis listrik yang tidak kunjung teratasi, walaupun Pemprov Kalsel telah menempuh berbagai cara untuk membantu PLN mengatasi pemadaman ini," katanya.

Kepada para undangan yang hadir pada acara tersebut, gubernur juga menceritakan pemadaman bergilir yang terjadi di Kalsel saat ini juga banyak mengganggu acara nonton Piala Dunia yang kini sedang menjadi hiburan masyarakat kota seribu sungai ini.

"Tadi malam pada saat saya 'menerima tamu dari Argentina dan lainnya' tiba-tiba mati lampu," kata gubernur disambut tawa para undangan.

Gubernur berharap, General Manager PLN bisa menepati janji, pada awal Juli 2010 pemadaman listrik di Kalsel terwujud, sehingga keluhan warga dan pelaku usaha terhadap kondisi listrik di Kalsel bisa terselesaikan.

Rudy berharap, PLN tidak lagi mengingkari janji seperti yang terjadi sebelumnya, janji tidak ada lagi pemadaman, yang sampai saat ini pemadaman listrik masih terus terjadi.

"Jangan sampai pada awal Juli nanti pemadaman bergilir beralih nama menjadi nyala bergilir, itu sama juga bohong," tambah gubernur yang kembali membuat para undangan tertawa riuh.

Sebelumnya, General Manager PT PLN Kalsel-Kalteng, Wahidin Sitompul, memastikan mulai Juli 2010 pemadaman bergilir sudah tidak akan terjadi lagi, karena adanya penambahan PLTD 90 megawatt.

"Sebelumnya, penambahan PLTD hanya 70 megawatt, kini bertambah lagi 20 megawatt jadi total 90 megawatt, sehingga mulai 1 Juli Kalsel bebas pemadaman bergilir," katanya.

Pernyataan yang sama juga pernah disampaikan Wahidin setelah peresmian PLTD Trisakti 20 megawatt. Pada iklan yang dipasang di sebagian besar media massa lokal, PLN janji Kalsel bebas dari pemadaman.

Namun ternyata, pemadam listrik sampai saat ini masih terjadi bahkan intensitasnya lebih sering dibandingkan sebelumnya.

Seperti yang terjadi di Komplek AMD Permai, pemadaman listrik hampir tiap hari, bila tidak pagi hingga siang, maka pemadaman terjadi malam hari dengan waktu pemadaman tidak kurang dari tiga jam.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026