Wakil Bupati Tabalong, H Muchlis SH, Jumat, meminta seluruh camat untuk bisa menginventarisasi kasus lahan bermasalah yang terjadi di wilayah masing-masing.

"Persoalan lahan antara masyarakat dengan PT Cakung yang hingga sekarang belum rampung dan kita khawatir bisa menimbulkan konflik yang berimbas pada keamanan daerah," ujar Muchlis saat memimpin rapat koordinasi keamanan. 

Lahan yang sudah diinventarisasi tambah, Wabup segera dilaporkan ke bagian pemerintahan terkecuali sengketa lahan yang sudah ditangani tim wasdal.   

Sengketa lahan dengan PT Cakung diantaranya di Desa Lok Batu Kecamatan Murung Pudak, Desa Wayau Kecamatan Tanjung dan sejumlah lahan di Kecamatan Haruai. 

Hal senada juga dilontarkan Kapolres Tabalong, AKBP Drs RP Mulya, kalau selama ini persoalan lahan menjadi "pekerjaan" sejumlah oknum masyarakat maupun oknum perusahaan yang justru berdampak terjadinya konflik.

"Ada oknum masyarakat atau perusahaan justru mencari keuntungan dari sengketa lahan yang terjadi, tentunya bisa memicu konflik baik antarmasyarakat maupun masyarakat dengan perusahaan," jelas Kapolres.

Sejumlah camat pun mengakui kalau tuntutan ganti rugi lahan masih mendominasi terjadinya aksi demo di sejumlah wilayah.(mia/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026