Mari kita lawan bersama virus penyakit ini. Kalsel harus jadi pemenang dan bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang yang selalu menang di medan peperangan melawan penjajahBanjarmasin (ANTARA) - Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan bersatu melawan Covid-19 yang ditandai penyemprotan cairan desinfektan serentak seluruh sudut kota di wilayah itu.
"Mari kita lawan bersama virus penyakit ini. Kalsel harus jadi pemenang dan bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang yang selalu menang di medan peperangan melawan penjajah," kata Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor di Banjarmasin, Selasa.
Hal itu dikatakannya ketika melepas pasukan penyemprotan cairan desinfektan serentak di Mapolda Kalsel. Seluruh armada milik Polda dikerahkan seperti water cannon dan kendaraan taktis lainnya yang bisa menampung air dalam jumlah besar.
Kemudian Korem 101/Antasari, Lanal Banjarmasin dan Lanud Sjamsudin Noor juga mengerahkan pasukannya bersama pemda dan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).
Gubernur mengatakan, penyemprotan desinfektan sebagai langkah pencegahan mematikan virus ataupun kuman yang menempel di benda-benda sekitar.
Karena dikhawatirkan, virus corona dapat menempel di area sekitar lingkungan masyarakat yang tidak sengaja tersentuh dan akhirnya terpapar Covid-19.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat mematuhi anjuran pemerintah juga harus dipatuhi. Seperti berdiam diri di rumah dan mengurangi aktivitas di luar. Kemudian rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun atau cairan anti septik.
"Jaga jarak adalah hal utama harus dilakukan. Karena penularan virus corona dari satu orang ke lainnya terjadi akibat kontak yang saling berdekatan. Pastikan juga kita menggunakan masker dan jika sakit istirahat di rumah saja karena imunitas lemah sangat rentan terpapar," tandas gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu.
Sementara Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani menegaskan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) menjadi dasar hukum jajarannya menindak setiap kerumunan orang.
"Seluruh jajaran meningkatkan patroli pembubaran massa atau kerumunan orang yang berkumpul. Masyarakat wajib mematuhi anjuran pemerintah agar berdiam diri di rumah. Ada konsekuensi hukum yang akan diambil polisi jika masyarakat tak mematuhi imbauan ini," tegasnya.
Sebelumnya Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel HM Muslim dalam keterangannya, data Senin kemarin jumlah pasien positif terpapar virus corona bertambah empat orang menjadi lima orang. Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 7 orang dan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 1.162 orang.
Pewarta: FirmanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.