Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Belum semua atribut calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan memakai sistem nomor urut peserta Pemilihan Umum tahun 2014.
Pemantauan Antara Kalsel, Minggu melaporkan, dari 17 calon anggota DPD-RI asal provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa tersebut, baru sebagian atribut mereka yang menggunakan nomor urut.
Sejumlah calon anggota DPD-RI tersebut yang sudah mulai memasang nomor urut peserta Pemilu 2014 pada atributnya, antara lain H Mansyah Sabri dengan nomor 12.
"Baru sebagian atributku sebagai peserta Pemilu 2014, yang aku beri nomor, dan masih banyak lagi yang belum bernomor urut," ujar anggota DPRD Kalsel dua periode itu.
"Karena penetapan dengan menggunakan nomor bagi calon anggota DPD-RI dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), juga baru saja. Sementara atribut sudah terlanjur banyak terpasang," demikian Mansyah.
Pada kesempatan terpisah, Ketua DPRD Kalsel Kolonel Inf. (Purn) Nasib Alamsyah menyatakan, penggunaan sistem nomor urut bagi calon anggota DPD menambah pekerjaan baru.
"Semestinya kalau mau menggunakan sistem nomor bagi calon anggota DPD harus sejak awal, jangan terlambat, seperti sekarang sudah banyak atribut calon DPD yang terpasang," ujar Nasib yang juga mencalon sebagai anggota DPD asal Kalsel.
"Tapi oleh karena ketentuan KPU mewajibkan pakai nomor urut pada atribut calon anggota DPD, maka mau tidak mau harus kita laksanakan, walau jadi agak sedikit ribet," tandasnya.
Pendapat senada dengan pensiunan perwira menengah TNI-AD itu, dari Anang Rosadi Adenansi, yang juga calon anggota DPD pada Pemilu 2014 yang tinggal sekitar tiga bulan lagi.
Politisi muda yang terkenal "vokal" dan mantan anggota DPRD Kalsel itu mengritisi cara kerja KPU yang terkesan tanpa perencanaan yang matang, seperti halnya dalam kententuan calon anggota DPD.
"KPU hendaknya bekerja dengan baik dan benar. Jangan sebentar-sebentar peraturuan berubah. Kan itu menunjukkan KPU tidak memiliki konsep atau pemikiran yang betul-betul matang," tandasnya.
"Ketidak matangan KPU dalam mempersiapkan Pemilu 2014, bukan cuma bisa berdampak pada calon anggota legislatif (caleg), baik tingkat pusat maupun provinsi dan kabupate/kota, tapi juga hasil pelaksanaan Pemilu itu sendiri," demikian Anang Rosadi.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.