Dengan hasil tersebut Barito Putera berhasil memimpin Grup A, unggul produktifitas gol dari Arema Cronos yang juga meraih kemenangan 1-0 atas Perseru Serui melalui titik finalti oleh Gustavo Lopez.
Sriwijaya FC lebih dulu memimpin gol setelah pemain depannya Lancine Kone merobek gawang Barito Putera yang dikawal Aditya Harlan melalui tendangan kaki kanan dari luar kotak finalti.
Keunggulan Sriwijaya FC tidak bertahan lama setelah tiga menit kemudian sundulan pemain tengah Barito Putera Syahroni memaksa Selsius Gebze memungut bola dari gawang yang dikawalnya, kedudukan menjadi 1-1 untuk kedua tim.
Di menit 28, lesakan bola ke pojok kiri gawang Sriwijaya FC tidak dapat diraih Gebze dan membawa keunggulan bagi Barito Putera. Kedudukan 2-1 bertahan hingga turun minum.
Sedikitnya Sriwijaya FC memiliki dua kesempatan emas menghasilkan gol, namun gagal diraih seperti di menit 39 dimana Siswanto yang berhadapan dengan kiper hampir menjemput bola safety yang di lakukan pemain belakang Barito Putera Abanda Herman.
Di menit ke 46, tembakan Kone yang tidak mengarah ke gawang Barito Putera.
Di babak kedua Barito Putera berhasil menambah dua gol dati kaki James Kokolomell dan gol bunuh diri pemain belakang Sriwijaya FC A Yusuf yang bermaksud membuang bola tapi justru mengarah ke dalam gawangnya sendiri.
Kesempatan tambahan gol bagi Sriwijaya FC dimiliki ketika wasit menunjuk titik putih, hadiah finalti atas pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Barito Putera, namun eksekusi finalti gagal dilakukan karena tendangan Diego Santos melenceng jauh dari gawang Aditya Harlan.
Di partai keduanya, Barito Putera akan bertemu Arema Cronos, sementara Sriwijaya FC menghadapi Perseru Serui pada Minggu (19/1).
Pewarta: Herry Murdy HermawanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.