Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengganti sejumlah ruas pipa berdiameter besar yang sudah tua dan kropos, untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.


"Kita ganti pipa besar yang usianya di atas 20 tahun, karena perkiraan akibat tua dan kropos maka pipa tersebut seringkali mengalami kebocoran," kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.

Untuk melakukan peremajaan sistem perpipaan tersebut maka pada tahun 2014 ini PDAM Bandarmasih akan melakukan pergantian pipa besar dengan pipa baru jenis HDPE.

Menurut Muslih ada beberapa pipa PDAM berusia di atas 20 tahun, misalnya di kawasan Soetoyo S atau jalur dari Masjid Sabilal Muhtadin menuju tower air bersih di Teluk Dalam.

Selain itu, katanya, pipa tua itu juga ada di sepanjang Jalan A Yani, S Parman dan Jembatan Dewi.

Ditambahkan letak sambungan pipa itu berada di titik goncangan yang seperti terkena jalan raya yang banyak dilalui kendaraan berat maka rentan menyebabkan kebocoran.

Diperkirakan dalam pergantian pipa tua itu, dibutuhkan biaya sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar, kebocoran yang terjadi di kawasan pipa itu sedikitnya ada 30 titik.

Kendati begitu, ia menyatakan, pipa umur diatas 20 tahun masih ada yang bagus, karena letaknya yang tidak didaerah rawan goncangan.

Oleh karena itu dalam penempatan pipa baru nanti tergantung kawasan, kalau di rawan goncangan akan dialihkan ke tempat yang lebih minim goncangan. Misalnya pipa di Jalan A Yani akan dipindahkan ke jalan Veteran yang lebih minim guncangan.

  Ia mengakui pelayanan air bersih belakangan ini kian meningkat saja setelah dilakukan revilaisasi perpipaan hingga mencapai 98 persen warga kota yang berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa.    


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026