Seperti yang diprediksi sebelumnya, Rudy Ariffin terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan seluruh DPC PPP di Kalsel.
Dengan demikian, Rudy Ariffin kembali menjabat sebagai Ketua DPW PPP Kalsel untuk periode 2011-2016.
"Saya banyak terima kasih kepada Pengurus Besar PPP Kalsel yang secara aklamasi masih mempercayai saya kembali memimpin PPP Kalsel," kata Rudy terlihat sumringah.
Selanjutnya, Rudy berharap kepada seluruh kader partai untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2014 apalagi menghadapi era multi partai.
Menurut dia, ada beberapa indikator pada Pemilu mendatang antara lain salah satunya parlementery treshold.
"Kita tak tahu seberapa besar dampaknya nanti terhadap PPP," katanya.
Rudy menambahkan, menyongsong Muktamar PPP ia berharap kepada DPC dan DPW untuk mulai melakukan persiapan bukan hanya untuk konsolidasi nasional juga untuk muktamar yang digelar pada Juni atau Juli 2011.
Mengenai posisi Sekretaris DPW PPP Kalsel yang ditinggalkan oleh Syaifullah Tamliha, menurut Rudy saat ini tim formatur sedang melakukan pembahasan, orang-orang yang bakal menduduki posisi di DPW PPP Kalsel.
"Paling lambat sepekan kedepan sudah bisa diketahui orang-orang yang terpilih menjadi pengurus PPP Kalsel," katnaya.
Namun yang pasti, kata bapak tiga anak itu, untuk jabatan sekretaris haruslah sosok yang bisa memberikan pelayanan terbaik bagi rekan-rekan partai sehingga harus menetap di Banjarmasin.
Setelah seluruh pengurus baru terpilih, kata dia, akan dipersiapkan untuk pelantikan Ketua DPW PPP sekaligus pengurusnya.
Selain itu, kata dia, saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan adanya majelis pertimbangan wilayah dan majelis pakar yang belum terbentuk.
Bersama dengan seluruh pengurus yang baru nanti, diharapkan pada 2014 PPP Kalsel akan mampu meraih suara minimal 14 persen sebagaimana pesan Ketua Umum PPP, Surya Dharma Ali.
"Melihat komitmen dan semangat rekan-rekan, Insya Allah kita bisa meraih suara 14 persen," katanya.(B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.