Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang Kalimantan Selatan H Pangeran Ibrahim memetik hikmah di balik kegagalannya tak terpilih menjadi anggota DPRD tingkat provinsi tersebut pada periode 2009 - 2014.

"Dengan tak masuk anggota DPRD Kalsel 2009 -2014, saya terlepas dari kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) 2010. Itu mungkin hikmahnya," ujar Haji Aim, sapan Ibrahim, saat silaturahmi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), di Banjarmasin, Jumat sore.

Ia menuturkan, sebenarnya hitung-hitungan di atas kertas hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, dirinya masuk menjadi anggota DPRD Kalsel dari daerah pemilihan (dapil) II yang meliputi Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

"Tapi karena kalah lihai, sehingga jatah untuk anggota DPRD Kalsel periode 2009 - 2014 diambil partai politik (parpol) lain," lanjut Haji Ahim, yang belum setahun memimpin PBB tingkat provinsi tersebut.

Mengenai kasus dugaan korupsi dana bansos 2010 senilai Rp27,5 miliar yang diduga melibatkan anggota DPRD Kalsel, dia berharap, agar publik atau masyarakat tidak menggeneralisasi.

"Karena saya yakin, masih ada di antara 55 anggota DPRD Kalsel periode 2009 - 2014 itu yang tidak terlibat dugaan korupsi dana bansos 2010 yang merugikan keuangan negara mencapai Rp12 miliar itu," tuturnya.

Calon anggota DPR-RI dari PBB asal dapil Kalsel II pada Pemilu 2014 itu, juga mengharapkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, segera menuntaskan pengusutan dugaan korupsi dana bansos tersebut.

"Sebab kalau lambat, terlebih berlarut-larut, kasihan mereka yang diduga terlibat korupsi dana bansos, seperti anggota dewan," lanjut mantan anggota DPRD Kalsel periode 2004 - 2009 itu.

"Kalau berlatur-larut, kasihan mereka seakan digantung. Hal itu bisa pula berdampak pada kinerja, karena menjadi tidak konsentrasi," demikian Haji Ahim yang menyandang gelar sarjana hukum Islam.

Pada Pemilu 2014, untuk calon anggota DPR-RI Kalsel terbagi dua dapil, yaitu dapil I meliputi Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Kemudian dapil Kalsel II terdiri Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru, kabupaten paling timur provinsi tersebut, yang berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026