Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan dana APBN 2014 hingga Rp19,3 triliun, di antaranya yang tercantum dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) kementerian atau lembaga lainnya sebesar Rp6.694.991.949.000.

Kepala Kantor Wilayah Pembendaharaan Kalimantan Selatan Iswandono saat penyerahan DIPA dan Alokasi Dana Transfer Tahun Anggaran 2014 di Gedung Idham Khalid Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis mengungkapkan, provinsi ini juga mendapat dana transfer ke daerah sebesar Rp12.667.059.299.032.

"Jadi, total dana APBN Tahun Anggaran 2014 untuk Kalsel sebesar Rp19.362.051.248.032," katanya.

Total dana APBN tersebut, selain untuk Pemprov Kalsel, kata Iswandono, juga dibagi kepada 13 kabupaten/kota setempat.

Pembagiannya, Pemprov Kalsel mendapat Rp3.067.988.328.739, Banjarmasin Rp3.126.157.843.640, Banjarbaru Rp1.068.805.679.772, Barito Kuala Rp1.010.507.090.809, Kabupaten Banjar Rp1.318.500.119.664, dan Tanah Laut Rp1.117.090.586.302.

Kemudian, Tapin sebesar Rp955.859.068.069, Hulu Sungai Selatan Rp997.703.372.063, Hulu Sungai Tengah Rp984.756.331.348, Hulu Sungai Utara Rp955.341.104, dan Balangan Rp782.845.183.469.

Selanjutnya, Kabupaten Tabalong mendapat Rp1.146.255.086.589, Tanah Bumbu Rp1.019.910.649.769, serta Kotabaru Rp1.270.330.803.381.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, dana APBN untuk daerahnya tahun 2014 terjadi kenaikan hingga sebesar 8,86 persen dibanding 2013.

Pada 2013, Kalsel menerima dana DIPA dan transfer ke daerah sebesar Rp17,785 triliun.

Rudy berharap, DIPA dan dana transfer ke daerah, bisa digunakan pemerintah kabupaten/kota untuk menjaga lingkungan, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Saya juga berharap pemerintah daerah bisa melakukan efisiensi pembiayaan, khususnya belanja operasional, seperti untuk pengadaan barang dan jasa, serta perjalanan dinas," katanya.




Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026