Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Badan Urusan Logistik (Bulog), Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai menerapkan sistem penitipan beras untuk rumah tangga miskin yang pendistribusiannya terkendala tinggi gelombang laut dan cuaca buruk.
"Beras yang sudah ditebus tidak harus langsung didistribusikan, karena cuaca buruk, tetapi beras yang sudah dibayar itu bisa dititipkan terlebih dahulu di gudang Bulog, hingga kondisi cuaca normal kembali," kata Kepala Bulog Kotabaru Rony Hadianto, di Kotabaru, Selasa.
Menurut Rony, hal itu dilakukan karena apabila hingga akhir Desember beras tidak ditebus, jatah beras untuk rumah tangga miskin akan hangus.
"Yang terpenting beras sudah ditebus, meski tidak langsung didistribusikan itu tidak apa-apa, kapan saja diambil jatah beras tidak akan hangus," ucapnya.
Agar tidak terjadi kekosongan stok, camat atau petugas lainnya diberi kesempatan untuk menebus beras hingga tiga bulan sekali.
Selain mempertimbangkan efesiensi biaya angkut, dan distribusi juga mempertimbangkan apabila terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi, seperti yang terjadi di Tanjung Smalantakan, Pamukan Selatan, dan Pulau Sembilan.
"Ada beberapa daerah di Kotabaru masuk dalam kategori daerah sulit, karena sangat tergantung dengan kondisi cuaca, seperti Pulau Sembilan dan Tanjung Smalantakan," ujarnya.
Sementara itu, Kecamatan Pulau Sembilan sekitar 84 mill sebelah selatan Kotabaru memiliki luas wilayah 4,76 Km2, dengan ibukota Marabatuan.
Secara geografis terletak 116 60` 54" 116 19` 30" BT dan 3 37` 00" 4 95 50" LS, dan terdapat sebanyak lima desa, yakni, Desa Labuhan Barat, Telu Sungai, Maradapan, Tengah, dan Tanjung Nyiur.
Sebelah Timur Kecamatan Pulau Sembilan berbatasan dengan Selat Makassar, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah utara berbatasan dengan Selat Laut, dan sebelah barat berbatasan dengan Laut Jawa.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.