Oleh Syamsuddin Hasan



Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur akan meminta keterangan kepada Pertamina setempat mengenai bahan bakar minyak terutama solar.

"Dalam waktu dekat, kami akan undang Pertamina untuk membicarakan mengenai BBM, khususnya jenis solar yang belakangan kelihatannya kembali menjadi masalah," ujar Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Puar Junaidi, Jumat.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan meminta klarifikasi atau kepastian mengenai rencana konversi minyak tanah ke gas elpiji tahap berikut di Kalsel.

Ketua Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta perhubungan itu, mengatakan, sebab dalam pertemuan beberapa waktu lalu dengan Komisi III, Pertamina berjanji segera merealisasikan konversi minyak tanah ke elpiji tahap berikutnya.

"Rencananya realisasi konversi mitan ke elpiji buat lima kabupaten di Kalsel, November 2013, dan untuk seluruh kabupaten/kota se-provinsi tersebut tahun depan (2014)," ungkapnya mengutip janji Pertamina.

"Karena selama konversi mitan ke elpiji belum seluruh (13) kabupaten/kota se-Kalsel, maka kemungkinan kelangkaan bahan bakar jenis gas tersebut tetap saja terjadi," demikian Puar.

Menurut rencana, konversi mitan ke elpiji pada November 2013, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kabupaten Tabalong.

Konversi mitan ke elpiji tapah berikut atau terakhir pada 2014, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.

Sedangkan konversi mitan ke elpiji yang sudah terealisasi sejak beberapa tahun lalu di Kalsel, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan.

Sementara itu, dari pantauan Antara Kalsel, sekitar sepekan belakangan antrean mobil kembali panjang untuk mendapatkan solar bersubsidi pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di provinsi tersebut.

Sebagai contoh pada SPBU di Jalan A Yani Km5,5 dan Km6 Banjarmasin, serta Jalan A Yani Km10 Kabupaten Banjar dan Km26 Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Begitu pula karena kesulitan mendapatkan gas elpiji, terutama tabung isi tiga kilogram atau bersubsidi, sehingga harga barang tersebut belakangan juga naik sampai Rp25.000/tabung.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026