Banjarbaru, (Antaranews.Kalsel) - Menteri Agama Surya Dharma Ali menegaskan produk halal, baik makanan, minuman maupun alat guna lain bukan hanya untuk kepentingan umat muslim tetapi juga untuk kepentingan seluruh umat beragama.
"Produk halal itu berkaitan dengan kesehatan dan kesehatan diperlukan oleh seluruh manusia sehingga halal bukan hanya bagi umat muslim tetapi bagi seluruh umat beragama," ujarnya di Kota Banjarbaru, Kalsel, Sabtu.
Kedatangan Menag di Kalsel dalam rangka mengikuti acara Gerak Jalan Kerukunan yang dilaksanakan jajaran Kementerian Agama Kalsel sekaligus menggalakkan Gerakan Masyarakat (Gemar) Sadar Produk Halal.
Menteri menjelaskan sasaran penggunaan produk halal bukan hanya makanan, minuman dan kosmetik tetapi juga alat guna seperti pakaian, peralatan rumah tangga yakni piring dan gelas plastik, sepatu, hingga ikat pinggang.
Ia mengatakan penggunaan produk halal harus terus digalakkan sehingga masyarakat mengonsumsi makanan dan minuman maupun menggunakan peralatan yang halal dan terjamin kesehatannya.
"Mengonsumsi makanan minuman yang halal termasuk menggunakan peralatan dari bahan baku yang halal menentukan kualitas kesehatan sehingga penggunaan produk halal harus digalakkan," tuturnya.
Menurut dia, pihaknya sangat berterima kasih atas peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang turut menggalakkan program Gemar sadar produk halal sehingga hak konsumen atas jaminan kehalalan terlindungi.
Di sisi lain, pihaknya terus berupaya mendorong produsen makanan dan minuman termasuk kosmetika dan alat guna lain agar menggunakan bahan yang halal sehingga masyarakat tidak ragu menggunakannya.
"Selain produser, pedagang baik tradisional maupun modern juga diminta menggunakan produk halal dalam memproduksi makanan dan minuman serta peralatan lainnya," ujar Ketua Umum DPP PPP itu.
Dikatakannya, masyarakat juga harus lebih selektif memilih makanan, minuman dan alat guna lain sehingga tidak mengonsumsi dan menggunakan produk yang tidak halal yang bisa berdampak pada kesehatannya.
"Masyarakat sebagai konsumen harus selektif dan teliti mengonsumsi makanan, jangan sampai produk yang tidak halal atau mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan tetap dikonsumsi," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.