Oleh Imam Hanafi

Amuntai, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mendapatkan bantuan dari Australia senilai Rp2 miliar untuk program penyediaan air bersih.


"Masyarakat yang akan menerima bantuan subsidi dari dana hibah dari Australia adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah," kata Bupati HSU H Abdul Wahid, melalui press rilis pemkab setempat, Rabu.

Di tengah memanasnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia, tidak menyurutkan negara tersebut memberikan bantuan untuk Indonesia.

Melalui program `Australia Agency For Internasional Development` Australia menghibahkan dana Rp2 miliar untuk HSU yang nantinya, akan dijadikan dana penyertaan modal bagi Perusahaan Daaerah Air Minum (PDAM) yang dialokasikan untuk pemasangan 1.500 sambungan baru pada 2014.

Dengan adanya bantuan dana hibah dari luar negeri ini, maka Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang selama ini kesulitan memasang sambungan air bersih, karena biaya pemasangan yang cukup mahal akan mendapat subsidi.

"Jika biasanya biaya pemasangan baru sekitar Rp2,6 juta per sambungan, maka sebagian besar biayanya akan disubsidi sehingga biaya pemasangan tidak lebih dari Rp400 ribu," ucap Wahid.

Wahid berharap bantuan ini tidak dipolitisir oleh pihak mana pun terkait kisruhnya hubungan bilateral Indonesia- Australia menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014.

Selain itu, 2014 menjadi tahun keberuntungan bagi PDAM Amuntai, karena selain mendapat dana hibah dari Australia perusahaan milik daerah ini rencananya juga akan mendapat kucuran dana bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp6,5 miliar.

Bantuan yang disalurkan melalui Kementerian terkait yang menangani prograam air minum ini, terang Wahid mengsyaratkan Pemda HSU untuk mencadangkan penyertaan modal bagi terlebih dahulu dengan besaran mencapai Rp2,5 miliar agar bisa segera mendapat alokasi bantuan.

"Hal ini merupakan kegiatan mendesak dan pemda akan mengajukan rancangan peraturan daerah terkait Pencadangan penyertaan modal PDAM ini kepada DPRD," tuturnya.

Bupati berharap pembahasan dan pengesahan Raperda ini nanti bisa dilakukan secepat mungkin agar kabupaten HSU tidak kehilangan kesempatan berharga guna mendapatkan bantuan tersebut.

  "Dengan adanya berbagai bantuan ini semoga saja kinerja PDAM kita semakin meningkat dari segi kualitas, dan jangkauan pelayanan air bersih kepada masyarakat, sehingga semakin banyak lagi masyarakat kita yang bisa menikmati layanan air bersih" ujarnya.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026