Provinsi Kalimantan Selatan dapat tambahan kuota haji sebanyak 315 orang atau satu kelompok terbang pada 2010, kata Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan Fahmy Arief.

"Kuota haji Kalsel 2010 sebanyak 3.496 orang tetapi ada penambahan 315 orang atau satu kloter sehingga total calon haji 3.811 orang," ujarnya di Martapura, Senin.

Hal itu dikatakan Kakanwil Depag Kalsel di sela-sela peluncuran Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) online berbasis biometrik di Kantor Departemen Agama Kabupaten Banjar.

Provinsi Kalsel merupakan salah satu pioner penerapan sistem pelayanan haji online dan terpadu sehingga diharapkan pelayanan mulai dari pendaftaran, pembayaran hingga pembuatan paspor semakin mudah.

"Melalui sistem pelayanan online dan terpadu, pelayanan semakin mudah baik saat calon haji mendaftar, melakukan pembayaran hingga pembuatan paspor apalagi daftar tunggu calon haji semakin panjang," katanya.

Menurut dia, jumlah calon haji Kalsel yang masuk  daftar tunggu mencapai 36.000 orang dan diperkirakan terus bertambah sehingga masa tunggu keberangkatan seluruh calon haji diperhitungkan mencapai 10 tahun.

Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama Zainal Abidin Sufi mengatakan, sistem baru yang diterapkan Kementerian Agama diharapkan bisa dimanfaatkan maksimalkabupaten dan kota dalam memberikan pelayanan kepada calon haji.

Di sisi lain, kata dia, kemudahan dan pelayanan prima merupakan tuntutan sekaligus kebutuhan masyarakat sehingga melalui sistem komputerisasi haji terpadu itu pelayanan yang diberikan benar-benar maksimal.

"Pelayanan harus dibarengi kemampuan petugas atau operator pendataan yang andal dan profesional sehingga mampu mencegah kesalahan saat memasukkan data calon haji," ujarnya.

Kasubbid Pelayanan Haji Ditjen Pelayanan Haji Cepi Supriatna mengatakan, sistem pelayanan haji terpadu yang dikelola Ditjen Pelayanan Haji bertujuan menunjang penyelenggaraan haji mulai dari pendaftaran hingga pembuatan paspor.

"Pelayanan diberikan mulai dari pendaftaran, pembayaran yang bekerja sama dengan beberapa bank, imigrasi hingga pengaturan jadwal keberangkatan penerbangan haji," jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan, sistem pelayanan haji online sudah diterapkan beberapa kota seperti DKI Jakarta dan Banten, namun untuk sistem online berbasis biometrik baru diterapkan pada 85 kabupaten/kota, salah satunya adalah Provinsi Kalsel.

Peluncuran Siskohat online berbasis biometrik ditandai dengan pemotongan pita oleh ulama sepuh Martapura KH Anang Djazouli Seman yang akrab disapa Abah Anang didampingi Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama RI Zainal Abidin Sufi, Kakanwil Depag Kalsel dan Kepala Kantor Depag Banjar Quswini.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026