Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H Riswandi berpendapat, dalam pembangunan tidak terlepas dari komunikasi politik.


Oleh sebab itu, guna keberhasilan atau suksesnya pembangunan komunikasi politik harus tetap berlanjut atau jangan sampai terputus, katanya menjawab pertanyaan wartawan di Banjarmasin, Selasa.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengemukakan itu, berkaitan unjuk rasa ratusan sopir, Senin (18/11) lalu, menolak pindah ke terminal tipe A di Jalan A Yani Km17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Wakil rakyat yang menyandang gelar sarjana ilmu pemerintahan itu, memperkirakan, unjuk rasa penolakan sopir pindah ke terminal regional Kalsel di Km17 Gambut tersebut, karena faktor komunikasi politik yang mungkin tak jalan.

Anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS itu berkeyakinan, jika komunikasi politik betul-betul jalan dan tidak terputus, mungkin unjukrasa tersebut tak akan terjadi.

Mengenai pernyataan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kalsel Haris Karno yang menyatakan batal uji coba pengoperasian terminal Km17, menurut mantan pegawai Departemen Keuangan RI tersebut, hal itu hanya masalah teknis.

"Karena sangat disayangkan, kalau terminal Km17 yang menelan biaya mencapai belasan miliar rupiah itu, tidak dimanfaatkan. Untuk pemanfaatan, mungkin ada baiknya uji coba terlebih dahulu," ujarnya usai meninjau terminal tersebut.

"Uji coba itu sebagai bahan evaluasi, untuk penyempurnaan terminal Km17 tersebut, yang pada gilirannya untuk kenyamanan pengguna jasa angkutan darat serta awak armada angkutan itu sendiri," demikian Riswandi.

Peninjauan secara mendadak ke terminal Km17 disertai Rakhmat Nopliardy, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan itu, bersama wartawan.

Sebelumnya (18/11) ratusan sopir angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) berunjuk rasa ke DPRD Kalsel menolak pindah dari terminal induk di Jalan A Yani Km6 Banjarmasin ke Km17 Gambut.

Dalam unjuk rasa para sopir yang disertai para pedagang atau pencari jasa di terminal induk tersebut menyatakan, "terminal Km6 harga mati, tidak ada tawar menawar".

  Unjuk rasa yang berlangsung hampir empat jam, sejak pukul 10.00 Wita itu, baru berakhir setelah mendengarkan pernyataan Kepala Dinas Perhubungan, Kominfo Kalsel menyatakan, uji coba operasional terminal Km17 batal.   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026