Amuntai (Antaranews Kalsel) - Bupati Hulu Sungai Utara menerima anugerah gelar Datu Mangku Negeri dari Raja Banjar atas keamanahan dalam memimpin dan membangun daerah serta turut berjasa melestarikan budaya banjar.
    
Anugerah gelar ini diberikan Raja Banjar Sultah H Khairul Saleh Al Mutasimbillah pada puncak peringatan Milad ke 509Kesultanan Banjar di Mahligai Sultan Adam Martapura, Sabtu (16/11).
    
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Drs H Abdul Wahid HK, MM.M.Si mengaku terkejut dan tidak menduga akan menerima anugerahpenghargaan dari Raja Banjar ini karena sebelumnya hanya teriam undangan biasa.
    
Mengenakan baju sasirangan warna kuning keemasan, Wahid hadir bersama undangan lainnya dari berbagai tokoh masyarakat dan pejabat yang juga menerima penghargaan dari Sultan Banjar.
    
Adanya anuerah berupa gelar Datu Mangku Negeri ini menjadi motivasi tersendiri bagi Bupati HSU yang baru sekitar satu tahun mengemban jabatan bupati bersama wakil bupati H Husairi Abdi.
    
"Ini menjadi motivasi bagi saya pribadi sebagai kepala daerah untuk bekerja lebih baik lagi dalam mengemban amanahdan melestarikan budaya Banjar" ujar Wahid saat ditemui seusai menerima anugerah kemaren.
    
Atas anugerah ini, ia tidak lupa menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada tokoh masyarakat di daerah yang selama ini juga mengabdikan diri dalam menjaga dan melestarikan berbagai seni dan kebudayaan banjar.
    
Selain itu, Bupati HSU ini juga mohon do'a dari seluruh lapisan masyarakat agar dalam memimpin HSU kedepan tetap diberi petunjuk dan kesehatan sehingga dapat menjadi seorang pemimpin yang amanah dan bekerja untuk kepentingan rakyat.
    
Wahid merupakan satu-satunya bupati di Kalimantan Selatan yang hadir dan menerima anuerah gelar ini, disamping para seniman dan tokoh masyarakat yang menerima anugerah lainnya.
    
Puncak Peringatan Milad ke 509 Kesultanan Banjar ini turut dihadiri Raja dan Sultan se-Borneo, selain itu turut berhadir Raja dari Thailand dan Negeri Belanda.
    
Acara yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional dan sejumlah awak media ini berlangsung hikmat dengan sajian beberapa seni tari trasional banjar dan suku dayak.
    
Selama perayaan dalam rangka Milad Kesultanan banjar ke 509 ini digelar berbagai pertunjukan kesenian daerah diberbagai lokasi di Kota Martapura, termasuk Musyawah Agung dan Simposium budaya kerapatan Raja dan Sultan se-Borneo.
    
Dalam pesan penutup perayaan Milad, Raja Banjar Sultan H. Khairul Saleh bersyukur perayaan Milad Kesultanan banjar telaksana sukses dengan dihadiri para Sultan dan Raja se-Boernoe serta tokoh masyarakat, budaya, alim ulama dan pejabat pemerintahan.
    
"Mari terus kita lestarikan tradisi dan kebudayaan Banjar melalui bangkitnya Kesultanan Banjar ini" cetusnya.
    
Sultan Banjar yang juga menjabat Bupati banjar ini menegaskan dihidupkannya kembali Kesultanan Banjar bukan untuk berorientasi untuk meraih kekuasaan, namun sebagai tonggak dan penjaga kelestarian budaya banjar yang lama hilang akibat di runtuhkan  Pemerintah Hindia Belanda.
     
    


Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026