Banjarmasin, 18/11 (Antara) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (PBB) Kalimantan Selatan H Pangeran Ibrahim menganjurkan, calon anggota legislatif dari partai politik tersebut yang berada di provinsi itu agar lebih memperbanyak silaturrahmi.
Karena dengan silaturrahmi akan mengundang banyak simpati masyarakat, yang pada gilirannya memberikan dukungan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014, ujarnya menjawab Antara Kalsel, di Banjarmasin, Senin.
"Dengan berbekal silaturrahmi yang terus menerus, insya Allah PBB akan menang dan caleg tersebut akan terpilih pada Pemilu 2014," lanjut Ibrahim yang belum "setahun jagung" menjabat Ketua DPW PBB Kalsel itu.
Pengusaha muda yang menyandang gelar sarjana hukum Islam itu, berkeyakinan, walau tanpa "money politics" (politik uang) atau bermodalkan duit yang banyak, PBB dan calegnya bisa mendulang suara banyak pada Pemilu 2014.
"Memang caleg dari PBB dilarang menghalalkan segala cara, termasuk politik uang, untuk berhasil duduk di lembaga legislatif, baik tingkat pusat maupun provinsi serta kabupaten dan kota," tandasnya.
"Kemenangan PBB bersama calegnya ingin `fair` pada Pemilu 2014, yang tinggal sekitar lima bulan lagi itu. Namun kalau ada yang berlaku curang atau tidak jujur, PBB akan memberikan koreksi," lanjutnya.
Menganai target, dia menyatakan, hasil Pemilu 2014 dapat menambah kader PBB di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel yang menjadi wakil rakyat atau duduk pada lembaga legislatif, baik tingkat pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota.
"Tapi hasil yang kami dapat diharapkan betul-betul fair, bukan karena sesuatu dengan menghalalkan segala cara, seperti politik uang yang kemungkinan dilakukan oleh sebagian caleg yang banyak duitnya," demikian Ibrahim.
Kalau pada Pemilu 1999 dan 2004 PBB Kalsel berhasil menempatkan seorang kadernya menjadi anggota DPR-RI, namun Pemilu 2009 mengalami kegagalan.
Begitu pula untuk DPRD Kalsel, hasil Pemilu 1999 dan 2004, PBB dapat menempatkan dua orang kader, namun pada Pemilu 2009 hanya satu orang.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.