Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - DPRD Kalimantan Selatan melalui kegiatan komisi-komisinya kembali melakukan kunjungan kerja keluar daerah, yang dijadwalkan 7 - 9 November 2013.
"Kunjungan kerja (kunker) keluar daerah itu, selain untuk meningkatkan wawasan anggota Dewan, juga tidak terlepas dari tugas kedewanan," ujar Wakil Ketua DPRD Kalsel H Riswandi, sebelum komisi-komisinya bertolak ke Jakarta, Kamis.
"Karena dari kunker tersebut diharapkan dapat menambah wawasan sebanyak-banyaknya, yang pada gilirannya bisa menjadi bahan masukan, baik untuk peningkatan kinerja anggota Dewan secara pribadi maupun kelembagaan," lanjutnya.
Selain itu, sebagai bahan masukan untuk perbaikan kinerja pemerintahan provinsi (Pemprov) Kalsel secara umum agar ke depan lebih meningkat lagi, demikian Riswandi.
Kunker komisi-komisi DPRD Kalsel dengan tujuan daerah yang sama, yaitu Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta, namun sasaran dan materi yang berbeda, sesuai pembidangan masing-masing komisi.
Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel yang diketuai H Achmad Bisung ke perwakilan Pemprov setempat yang ada di Ibu Kota Negara tersebut, antara lain untuk melihat keadaan aset daerah.
Kemudian Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel yang diketuai Muhammad Ihsanudin melakukan studi banding dengan Pemprov DKI Jakarta, dengan sasaran utama, tukar pendapat atau pemikiran mengenai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Sementara Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel yang diketuai H Puar Junaidi juga ke Jakarta, untuk melakukan studi banding tentang pelabuhan peti kemas.
Sebab, menurut dia, Kalsel atau khususnya Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sudah saatnya memulai penataan peti kemas agar tidak mengganggu angkutan/pelayaran umum lainnya.
"Apalagi, menurut manajemen Pelindo III Banjarmasin, perkembangan peti kemas masuk Pelabuhan Trisakti cenderung meningkat, seperti keadaan sekarang mencapai ribuan box/bulan," ungkap Puar.
Sedangkan Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel yang diketuai Habib Ali Khaidir Al Kaff pada waktu bersamaan juga melakukan studi banding dengan Pemprov DKI Jakarta, dengan sasaran Balai Hyperkes.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.