Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi setempat, Rudiansyah, di Paringin, ibu kota Balangan, Minggu (6/3), pembenahan telah dilakukan sejak akhir 2010 lalu.
"Kedua pasar tersebut adalah Pasar Paringin di tengah kota dan Pasar Batu Mandi di Kecamatan Batu Mandi, yang bila hari pekan tiba selalu menimbulkan kemacetan lalu lintas," ujarnya.
Karena itulah, sejak 2010 lalu mulai dilakukan pembenahan terhadap gedung Pasar Paringin dan melakukan pembangunan Pasar Batu Mandi.
"Kita juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Paringin tentang pentingnya pengelolaan pasar yang baik agar nyaman dan tidak lagi mengganggu aktivitas lalu lintas," katanya.
Telah dilakukan pembenahan lokasi parkir dan pembuatan lokasi khusus pedagang buah, sehingga tidak lagi menggunakan median jalan yang merupakan jalur lintas antara provinsi.
Untuk Pasar Batu Mandi, pembangunannya pada 2010 lalu tidak selesai sehingga 2011 ini belum bisa difungsikan dan masih terjadi kemacetan setiap hari.
Kepala Dinas Pekeraan Umum setempat, Edy Harianto, mengemukakan, pembangunan Pasar Batu Mandi telah dilakukan pihak kontraktor, namun baru sekitar 77,65 persen.
"Pihak kontraktor pelaksana sudah kita kenakan sanksi dan 2011 ini pembangunannya menjadi prioritas untuk dikerjakan kembali," ujarnya.
Berdasarkan data pihak Kecamatan Batumandi menyebutkan, pasar yang ada memiliki 64 toko dengan 100 orang pedagang yang menggunakan los atau stand dan 400 lebih pedagang yang menggelar dagangannya menggunakan lapak.
Melalui pembangunan gedung pasar baru dengan lokasi parkir yang tertata, diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan lalu lintas saat hari pekan tiba di Pasar Batu Mandi.adi^C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.