Oleh Imam Hanafi

Kotabaru,(Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kotabaru, Kalimantan Selatan, Alpidri Supian Noor menyatakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mampu melayani 75 persen dari seluruh rumah tangga yang ada di Kotabaru.


"Jika PT PLN sekarang baru bisa melayani sekitar 55 persen, maka kedepan kita berharap Badan usaha Milik Negara (BUMN), bisa ditingkatkan menjadi 75 persen masyarakat Kotabaru bisa menikmati layanan listrik dari PLN," kata ketua DPRD Kotabaru, Selasa.

Rumah tangga yang belum terlayani listrik dari PLN, mereka menggunakan penerangan dengan menggunakan lampu teplok berbahan bakar minyak tanah.

Namun bagi rumah tangga atau kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, mereka lebih memilih menggunakan lampu penerangan dengan mesin pembangkit genset, di mana biaya operasionalnya cukup tinggi, sehingga tidak semua warga memiliki kemampuan menutupi biaya operasionalnya.

Kader Partai Golkar itu menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menyampaikan masalah tersebut ke PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng), terkait dengan penuntasan listrik tersebut.

"Mudah-mudahan pihak PLN bisa segera melakukan pemasangan listrik keseluruh daerah pelosok di Kabupaten Kotabaru," imbuhnya.

Karena, listrik merupakan kebutuhan pokok pada setiap rumah tangga.

Sebab tanpa listrik, kita akan dibuat repot, karena zaman sekarang adalah zaman modern dimana semua serba listrik mulai dari masak, mandi, mencuci, dan lainnya.

Karena jika mati lampu selama dua jam saja, dampaknya pun sangat dirasakan masyarakat, terutama mereka usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sebelumnya, Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, mengatakan, dengan tumbuhnya industri dan perumahan di Kotabaru akhir-akhir ini, Kotabaru masih sangat membutuhkan pembangkit listrik dua kali lipat dari yang ada.

"Jika saat ini Pembangkit listrik (power plant) 2X7 segera dioperasikan, maka kita masih membutuhkan 4X7 MW lagi," katanya.

Dengan berdirinya pabrik minyak goreng PT Golden Hope Nusantara, dan tumbuhnya industri perkebunan, perumahan di Kotabaru, kebutuhan akan listrik sudah sangat mendesak dan harus dipenuhi.

"Kami mengharapkan, Perusahaan Listrik Negara atau siapapun dia bisa memenuhi kebutuhan listarik tersebut, agar pertumbuhan industri di Kotabaru tidak terganggu," ucapnya.

Bupati mengharapkan masuknya investor kelistrikan bisa menanamkan modalnya membangun pembangkit listrik di Kotabaru, dan kedepan, apabila daratan Kalimantan telah tersambung dengan Pulau Laut Kotabaru, maka investasi yang dibutuhkan perusahaan kelistrikan tidak perlu banyak lagi.

Karena, lanjut dia, kabel untuk mendistribusikan listrik bisa melalui jembatan yang menghubungkan Tanjung Ayun-Tarjun.

Sehingga, kata dia, jaringan listrik di Pulau Laut Kotabaru sudah interkoneksikan dengan jaringan listrik di daearatan Kalimantan yang sebagian diproduksi dari PLTU Asam-asam di Kabupaten Tanah Laut.

  Dia mengemukakan, tidak lama lagi, power plant 2X7 MW Teluk Kemunging, akan segera dioperasikan. Daya tersebut akan disuplai untuk melayani masyarakat Kotabaru, mendukung dari mesin pembangkit tenaga diesel yang ada   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026