Oleh Yose Rizal

Banjarbaru,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupatan Banjar Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan kebijakan agroforestri (kehutanan dan pertanian) untuk menjaga ketahanan pangan, energi, dan kesehatan.

"Kebijakan agroforestri dilakukan pada lahan yang dikelola petani sektor pertanian tanaman pangan, perikanan, peternakan dan perkebunan," ujar Sekretaris Daerah Banjar Nasrun Syah di Banjarbaru, Sabtu.

Sekda Banjar mengatakan hal itu mewakili Bupati Banjar Khairul Saleh dalam makalah utama pada Seminar Nasional Agroforestri ke-4 yang dihadiri Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta.

Menurut dia, kebijakan agroforestri yang dilaksanakan Pemkab Banjar seperti penanaman pohon keras di lahan pertanian yang tersebar pada beberapa kecamatan.

"Ada beberapa kecamatan yang ditanami pohon keras seperti Simpang Empat, Karang Intan dan Kecamatan Martapura, serta beberapa desa yang termasuk wilayah Kecamatan Aranio," ujar Nasrun Syah.

Peningkatan ketahanan pangan diarahkan pada peningkatan produksi padi gogo sebagai tanaman sela di dalam perkebunan karet masyarakat sehingga mampu meningkatkan target produksi padi.

Pengembangan sumber bahan-bahan kesehatan direalisasikan melalui penanaman pohon yang punya manfaat sebagai bahan dasar obat-obatan seperti manggis, mengkudu dan berbagai pohon lainnya.

"Pengembangan energi dilakukan dengan membangun pabrik wood biomass dan teknologi pembuatan gas methan seperti yang tengah di ujicoba di kawasan tempat pembuangan akhir sampah," kata dia.

Dikatakan, kebijakan agroforestri akan terus dikembangkan melalui upaya peningkatan pengetahuan bagi masyarakat terutama di lahan mereka sebagai titik awal pengembangan.

"Peningkatan pengetahuan tidak saja pada manfaat, tetapi harus diikuti teknik dan metode yang cocok untuk dilaksanakan di lahan-lahan milik masyarakat," katanya.

Ditambahkan, permasalahan yang dihadapi bukan berapa anggaran yang disiapkan tetapi bagaimana caranya meningkatkan kesadaran masyarakat melaksanakan kegiatan agroforestri di lahan miliknya.

"Kami mengajak perguruan tinggi dan kementerian secara bersama-sama membantu pengembangan kebijakan agroforestri sehingga manfaat dan hasilnya dirasakan masyarakat," katanya.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026