"Pengprov PSTI Kalsel menggelar penataran untuk mencetak puluhan wasit baru yang siap memimpin pertandingan," kata Zainal Abidin, Wakil Ketua Bidang Pembinaan dqan Prestasi Pengprov PSTI Kalsel.
Wasit memiliki peran penting dalam sebuah pertandingan terutama di masa kritis. Bagaimana seorang wasit mampu menjaga kualitas sebuah pertandingan yang dipimpinnya.
Selama dua hari 26-27 Oktober 2013 calon wasit yang terdiri dari mantan atlet, pengurus atau pecinta olahraga sepak takraw akan mengikuti penataran secara teori sebelum ujian di terjunkan memimpin pertandingan kelompok umur yang akan berlangsung di GOR Hasanuddin Banjarmasin, 28-29 Oktober 2013.
Pengprov PSTI Kalsel menghadirkan penatar wasit nasional dari PB PSTI Edy Santoso (berlisensi ASTAF) di tambah penatar asal Kalsel sendiri yaitu Zaibnal Abidin, Murjani, Bahran dan Zul Azhar yang berlisensi S1 yang mampu memimpin pertandingan berskala nasional. Dan ke 36 calon wasit akan mengikuti penataran berlisensi S2 yang mampu memimpin pertanding berskala provinsi.
Terkait Porprov, Pengprov PSTI Kalsel sedang berkoordinasi dengan panitia tentang kebutuhan wasit yang akan memimpin pertandingan selama Porprov IX berlangsung di Kabupaten Banjar Desember mendatang. Dan akan dilakukan rangking untuk menentukan wasit yang akan memimpin.
Sikap tegas Pengprov PSTI Kalsel tidak akan memperkenankan wasit yang terlibat sebagai pelatih atau offisial tim peserta Porprov IX, untuk menghilangkan keberpihakan terhadap kontingen peserta.
Pada PON XVIII 2012 lalu di Riau, tim Sepak Takraw Kalsel membikin sejarah mampu tampil di ajang PON setelah 20 tahun.
Pewarta: Herry Murdy HermawanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.