Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Partai Demokrat itu di Banjarmasin, Sabtu (5/3), mengaku, kaget atas pemberitaan laga kandang kesebelasan kesayangan masyarakatnya, terutama pecinta sepak bola tersebut tanpa penonton.
Namun mantan Asisten Manajer Tim Nasional Pra Piala Asian di Jedah Arab Saudi 2003 itu menyatakan, dalam persepak bolaan, bukan hal aneh kalau laga kandang tanpa penonton, terlebih atas sebuah sanksi.
Menurut wakil rakyat dari Demokrat itu, laga kandang Barito Putera yang mendapat julukan Laskar Antasari, tanpa penonton tersebut, merupakan sanksi yang tergolong ringan.
"Tapi hal tersebut hendaknya jangan terulang. Oleh karena itu bagi pendukung atau pecinta Barito Putera khususnya, juga harus mampu menahan diri dan mematuhi aturan sebagai penonton," tandasnya.
Sebagai contoh melakukan lemparan-lemparan dengan sesuatu ke lapangan permainan serta mengintimidasi, apalagi sampai berbuat anarkis, lanjut mantan Manajer Perseko Kotabaru, Kalsel itu.
"Kalau cuma sekedar omongan, mungkin tak masalah. Tapi jangan sampai berbuat yang bisa mengganggu kelancaran permainan dan mencinderai orang atau pemain," tuturnya.
"Memang permainan tanpa penonton bisa kurang memberi semangat pemain. Tapi kita berharap Barito Putera bisa mengalahkan lawan," demikian Iqbal.
Penjamuan Barito Putera terhadap tamu dari "Bumi Cenderawasih" Papua itu, merupakan laga perdana pada putaran II Kompetisi Devisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia 2010/2011.
Laga kandang Laskar Antasari kali ini tidak seperti biasa menggunakan Stadion 17 Mei Banjarmasin, tapi di lapangan Rindam VI Tanjungpura di Banjarbaru, sekitar 27 kilometer dari ibukota Kalsel, Sabtu (5/3) sore./shn*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.