Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo mengemukakan harapan itu di Banjarmasin, Kamis mengingat sektor pertanian masih kecil kontribusinya terhadap PAD provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.
"Karenanya kita berharap agar pemerintah daerah, baik tingkat provinsi (Pemprov) maupun kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) terus berupaya meningkatkan pembangunan pertanian seperti pada subsektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan," ujarnya.
Pasalnya, menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) tersebut, sektor pertanian tidak akan pernah habis-habisnya, serta berbeda dengan sektor pertambangan pada suatu saat bisa habis.
Oleh sebab itu, Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi pertanian mengapresiasi dan akan selalu mendorong pemerintah serta masyarakat dalam mengembangkan semua subsektor pertanian seperti tanaman pangan dan perkebunan.
Sebagai contoh kebijakan pemerintah pusat yang fokus pada kegiatan "replanting" (peremajaan) bidang perkebunan dengan mendapatkan alokasi anggaran Rp25 juta/hektare (ha) yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Begitu pula rencana pemerintah menjadikan "Bumi Tuntung Pandang" Tala sebagai kawasan pengembangan pembibitan kopi berskala ekspor pada tahun ini (2020), lanjut politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menjawab Antara Kalsel.
"Kita berharap, peningkatan pembangunan pertanian dan perkebunan bukan saja akan meningkatkan PAD, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat khususnya," demikian Imam Suprastowo.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kalsel drh Hj Suparmie menggunakan, Tala merupakan ikon perkebunan di provinsinya yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa dan sebagian besarnya dengan matapencaharian bertani.
"Oleh karenanya, pendampingan dari provinsi sementara ini banyak terkonsentrasi ke Tala," lanjutnya seraya menambahkan pada 2020 pihak Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mengarahkan semua kegiatan pertanian dan perkebunan menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," demikian Suparmie.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Tala Ir Ahmad Muhtadi menerangkan, potensi perkebunan di kabupatennya yang kini terdiri atas 11 wilayah kecamatan atau 130 desa dan lima kelurahan.
Potensi perkebunan di Bumi Tuntung Pandang Tala antara lain luasan kelapa sawit 11.677 hektare (ha) dengan tingkat produksi 139.512 ton tandan buah segar (TBS), karet 14.433 ha - 8.756 ton, dan kopi 159 ha dengan tingkat produksi 159 ton.
Kemudian luasan kebun cengkeh 250 ha dengan tingkat produksi 135,25 ton, kelapa dalam 1.141 ha - 1,353 ton, serta aren 83 ha dengan tingkat produksi 510 ton, lanjutnya di hadapan rombongan Komisi II DPRD Kalsel tersebut.
Selain itu, di Tala terdapat tujuh perkebunan besar kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari (ibu kota kabupaten tersebut sekitar 65 kilometer timur Banjarmasin), PT Gawi Makmur Kalimantan, dan PT Candi Artha.
"Kesemua perusahaan perkebunan besar itu telah melakukan kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan plasmanya," demikian Ahmad Muhtadi.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.