Oleh Gunawan Wibisono

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Dalam satu hari di wilayah Kalimantan Selatan ditemukan empat mayat yang berbeda lokasi, serta waktu kejadian penemuan mayat tersebut.

Informasi diperoleh Antara, Sabtu menyebutkan, pertama kali mayat ditemukan pada pukul 07.00 wita, Jumat (18/10) pagi warga menemukan mayat seorang laki-laki yang mengapung disungai Martapura tepatnya dibawah jembatan Dewi Banjarmasin.

Untuk mayat tersebut diketahui bernama Wahyu Awaluddin (23) warga Taluk Kelayan Rt 8 Banjarmasin Selatan dan hasil penyelidikan polisi mayat tersebut dipastikan tewas karena tenggelam.

Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 wita, hari yang sama warga kembali menemukan sosok mayat seorang laki-laki tua di lokasi kawasan pasar Rambai jalan Djok Mentaya Banjarmasin Tengah.

Untuk Kasus tewasnya laki-laki tua itu saat ini ditangani oleh pihak kepolisian setempat guna melakukan penyelidikan atas tewas korban tersebut, dan dievakuasi ke kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin.

Barikutnya, warga sekitar kawasan jalan Trans Kalimantan tepatnya di bawah Jembatan Barito Kabupaten Batola, dikagetkan kembali dengan ditemukan dua sosok mayat laki-laki dan perempuan dan diduga sepasang kekasih.

Diketahui, mayat sepasang kekasih tersebut ditemukan warga setempat sekitar pukul 10.30 wita, Jumat (18/10) pagi dan polisi langsung berada di tempat kejadian setelah mendapat informasi.

Mayat sepasang kekasih itu diketahui bernama Sahitna Budianoor warga komplek perumahan Hata Alalak Timur Batola Kalsel sendangkan wanitanya bernama Yulianti Indah Saputri seorang siswa bersekolah di SMAN 12 warga Pangeran Samudra Batola Kalsel.

Kasus mayat di bawah Jembatan kebanggaan Kalsel itu saat ini ditangani Kepolisian Sektor (Polsek) Berangas karena masuk wilayah hukum Polsek tersebut.

Bukan itu dari keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batola, AKP Andri Hutagalung SH saat dihubungi melalui telepon genggamnya, mengatakan kedua mayat tersebut tewas karena disambar petir pada Kamis (17/10) sore saat hujan melanda wilayah tersebut.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026