Hingga Februari 2011 lima perusahaan asing masuk ke Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sebagian besar di antaranya ingin menggarap sektor tambang batu bara.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kalsel, Ratna Fatmawati di Banjarmasin, Kamis (3/3), mengatakan, nilai investasi dari lima perusahaan penanaman modal asing (PMA) tersebut 24 juta dolar Amerika Serikat (AS).

"Kalsel masih menjadi daerah tujuan investasi yang cukup diminati dan menjanjikan bagi investor dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Terbukti, kata dia, bukan hanya PMA, dalam kurun waktu yang relatif singkat yaitu pada Januari hingga Februari Kalsel juga mampu menjaring penanaman modal dalam negeri yang cukup besar sekitar Rp4 triliun.

Hal tersebut terjadi, kata dia, selain adanya berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah provinsi dan daerah, juga situasi keamanan yang cukup kondusif dibanding daerah lain.

Selain itu, kata dia, masuknya investasi dengan nilai cukup besar juga sebagai indikasi bergairahnya kegiatan investasi di provinsi dengan 13 kabupaten/kota ini.

Beberapa proyek yang akan masuk antara lain untuk PMA yaitu usaha pertambangan, perdagangan besar, jasa pelayanan pelabuhan laut, dan kosultasi manajemen.

Lokasi kelima proyek PMA tersebut yaitu di Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Laut, dan kabupaten Kotabaru.

Sedangkan untuk kegiatan PMDN lanjut Ratna, ada dua proyek  dengan jenis usaha perkebunan kelapa sawit, industri minyak mentah serta pertambangan.

Lokasi proyek PMDN tersebut berada di Kabupaten Banjar, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Kotabaru.

Upaya yang dilakukan untuk tumbuhnya investasi antara lain mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi penanaman modal untuk penguatan daya saing Kalsel dalam perekonomian nasional dan internasional.

Mempercepat peningkatan penanaman modal, serta memanfaatkan secara optimal peluang penaman modal seperti yang diamanatkan undang-undang.

Menurut dia, tujuan penyelenggaraan penanaman modal di Kalsel adalah untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kata dia, juga untuk meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha secara global, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi serta mendorong pengelolaan dan pengembangan potensi ekonomi kerakyatan./B*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026