Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sejumlah calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan sudah mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah untuk berbagai keperluan menghadapi Pemilihan Umum 2014.
Sebagaimana pengakuan salah seorang calon anggota DPD-RI H Husaini Aliman dalam percakapan dengan Antara Kalsel, di Banjarmasin, Rabu, mengaku sudah mengeluarkan dana sekitar Rp600 juta untuk berbagai keperluan menghadapi pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi.
"Sampai hari pencoblosan nanti, saya kemungkinan menghabiskan dana sekitar Rp1 miliar untuk membuat alat peraga kampanye serta keperluan pembiayaan politik lainnya," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang masih menjadi anggota DPRD Kalsel itu.
Anggota DPRD Kalsel dua periode dari PAN tersebut menerangkan, pengeluaran dana sekitar Rp600 juta itu untuk sosialisasi dirinya sebagai calon anggota DPD-RI, antara lain biaya membuat kalender tak kurang dari 5.000 lembar.
"Kemudian membuat kartu nama, stiker, pulpen dan gantungan kunci yang ada gambar saya sebagai calon anggota DPD-RI. Hal itu untuk membuat daya tarik masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan dapat memberikan dukungan," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah yang juga ikut mencalonkan diri menjadi anggota DPD-RI pada Pemilu 2014, mengaku baru mengeluarkan dana sekitar Rp150 juta.
"Uang sebanyak itu, hanya untuk sosialisasi diri, termasuk penyediaan alat peraga kampanye," lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD dengan pangkat terakhir Kolonel Infantri tersebut.
"Satu yang perlu dicatat, dalam pencalonan anggota DPD-RI, saya tidak akan melakukan `money politics` (politik uang)," tandas mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu.
Seperti halnya Pemilu 2009, pada 2014 Kalsel mendapat jatah empat orang anggota DPD-RI, sementara jumlah calonnya sebayak 17 orang. Tiga calon di antaranya merupakan wajah lama, yaitu H Farid Hasan Aman, HM Sofwat Hadi dan Habib Hamid Abdullah.
 Dari tiga wajah lama itu, seorang di antaranya sudah dua periode menjadi wakil rakayt provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut di tingkat pusat, yaitu pensiunan perwira menengah polisi Sofwat Hadi.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.