Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah berpendapat, kasus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar menambah carut-marut hukum di Indonesia.
"Keadaan hukum kita sekarang ini sudah carut-marut, ditambah dengan ulah Akil, maka akan bertambah carut-marut," tandas Kolonel Infantri purnawirawan tersebut, di Banjarmasin, Senin.
Ia menyatakan, sependapat selain diberhentikan sebagai Ketua MK, agar Akil mendapat hukuman yang seberat-beratnya kalau terbukti bersalah, mencoreng dunia hukum dan keadilan di Indonesia.
"Apalagi MK sebuah lembaga tinggi negara, yang juga menjadi tumpuan harapan bagi rakyat Indonesia dalam mencari dan menegakkan hukum dan keadilan," lanjut mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu.
Mengenai sikap Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono (SBY) terkait masalah Akil tersebut, pensiunan perwira menengah TNI-AD itu berpendapat, langkah-langkah yang dilakukan RI 1 itu, sudah tepat, untuk menyelamatkan MK.
"Langkah yang dilakukan Pak SBY untuk menyelamatkan MK sudah tepat. Hanya disayangkan tak melibatkan orang MK, sehingga menimbulkan kesan kurang mengenakan," ujarnya.
Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1973 atau seangkatan dengan SBY itu menyarankan, kedepan dalam rekrutmen hakim MK ataupun penetapan ketua/pimpinannya juga harus melalui psiko tes.
"Uji kepatutan dan kelayakan bagi calom hakim MK seperti yang dilakukan selama ini, memang sudah baik. Tapi mungkin akan lebih baik dan sempurna lagi, kalau disertai dengan psiko tes," sarannya.
"Karena seperti dalam penjenjangan kemiliteran, psiko tes akan menentukan, apakah seseorang itu bisa atau tidaknya memegang tampuk pimpinan atau jabatan tertentu," tandasnya.
Ia berharap, kasus Akil yang tersangka dalam kasus suap-menyuap untuk pemenangan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian semua pihak.
Selain itu, sebagai sebuah pembelajaran dari pengalaman buruk tersebut agar jangan terulang kejadian serupa dalam dunia hukum dan peradilan di Indonesia, demikian Nasib Alamsyah.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.