Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Bambang Pramono di Banjarmasin,Selasa mengatakan, nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani.
"Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," katanya.
Angka NTP tersebut diperoleh dari rasio perbandingan antara Indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib).
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Februari 2011, indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,12 persen dibandingkan dengan It Januari 2011, yaitu dari 140,15 menjadi 140,32.
Subsektor yang mengalami kenaikan yaitu padi 0,15 persen, sayuran 0,39 persen, penangkapan ikan 0,08 persen, budi daya 1,03 persen, ternak besar 0,27 persen dan ternak kecil 1,88 persen.
Kemudian unggas sebesar 0,08 persen, hasil ternak 0,20 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,78 persen dan yang mengalami penurunan palawija -0,85 persen dan buah-buahan -0,20 persen.
Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan.
Masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
"Pada Februari 2011 indeks harga yang dibayar petani naik 0,82 persen dibandingkan indeks Januari 2011, yaitu dari 129,07 menjadi 130,13," demikian Bambang.(Her/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.