Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Untuk Kali kedua dalam tahun 2013, Kapal Pesiar Caledonian Sky milik agen Noble Caledonia bertambat di Pelabuhan Trisakti pada kamis (3/10) pukul 04.00 WITA dini hari

Kapal pesiar berbendera Nassau-Bahama yang bertolak dari Pelabuhan Benoa-Bali ini menghantarkan 108 penumpang yang rata rata berasal dari Negara Australia.
Ukuran kapal yang relatif kecil dengan panjang 90.6 Meter serta Draft kapal yang memiliki kedalaman maksimum 4.2 m memberikan kemudahan bagi nakhoda untuk melalui alur Barito.

Kapal berawak 74 orang petugas singgah di Banjarmasin selama 6 jam saja, para wisatawan yang mayoritas berasal dari negeri kanguru ini diajak untuk menikmati Keindahan budaya pasar terapung di desa  Lok Baintan Kabupaten Banjar. Tepat pukul 05.00 WITA para wisatawan dengan menaiki 4 buah bis menuju dermaga musium Wasaka sebelum mengunakan 25 perahu motor (kelotok) mengarungi sungai untuk menikmati keindahan pasar terapung. Kendati

"kunjungan ini singkat tentunya hal tersebut tidak mengurangi segala upaya kami untuk memberikan pelayanan terbaik," ungkap Asman Terminal penumpang PT Pelindo III, Hotler Tampubolon.
 
Demi alasan keamanan kepada para wisatawan, maka area terminal penumpang pun disterilkan, hanya yang diberikan id card khusus yang diijinkan untuk memasuki wilayah pelabuhan.

"Pembatasan akses masuk ini kita berlakukan karena kita belum comply ISPS Code (International Ship and Port Security Facility), sebuah satuan standar keamanan area pelabuhan dan kapal).  Selain itu kami juga berkoordinasi dengan pihak KSOP dan instansi terkait untuk aspek pengamanan selama di alur. Untuk sementara alur ditutup agar memberikan kesempatan kepada kapal cruise untuk dapat melayari alur dengan aman, Kapal internasional khususnya cruise memiliki standar keamanan yang tinggi, artinya saat mereka mau mengunjungi kesini berarti alur kita sudah sesuai dengan standar yang mereka tetapkan, untuk itu kita perlu menjaga kepercayaan itu," kata Capt. Hapsoro Nugroho M. Mar, Port Facility Security Officer.
 
“Good Morning mister” sapa para awak terminal penumpang kepada para penumpang yang turun dari kapal. Rupanya keramahan budaya Banjarmasin memberikan kesan dihati para wisatawan dunia. Kunjungan kapal cruise ini mendapat respon positif dari Masyarakat Kota Banjarmasin.

Dengan semangat totalitas tim gabungan Pemko Banjarmasin dan PT Pelindo berhasil memukau para wisatawan melalui penampilan tarian Baksa Kambang yang merupakan tarian klasik sebagai penyambutan tamu. Para wisatawan tidak menyia-nyiakan kesempaatan untuk berfoto dan mengabadikan keragaman seni khas Kalimantan Selatan tersebut.

“We Enjoyed Kalimantan Very Much, Terimakasih” kata Olivia, wisatawan asal Australia. Wisatawan lain pun menyampaikan kekagumannya atas Kalimantan Selatan. Secara seremonial penyambutan tamu dilaksanakan dengan pengalungan bunga oleh Wakil Walikota Banjarmasin H. M. Irwan Anshari kepada Kapten Kapal, Frank Alica.

Penyambutan oleh Nanang Galuh, serta penampilan seni para penari merupakan bukti keramahan dan keunikan budaya Kalimantan Selatan. “For the second visit to Banjarmasin, its a wonderful welcome” kata yang sang kapten ketika ditanyai mengenai kesannya mengunjungi Kota Banjarmasin.

Kepala Cabang Pelindo III Banjarmasin, Toto Heli Yanto mengatakan, kunjungan ini merupakan hasil kepuasan dari kunjungan sebelumnya, pada bulan april lalu sang kapten pernah berkata nanti mereka akan datang lagi pada bulan Oktober tahun ini, ini merupakan kebanggaan bagi Kota Banjarmasin.

Kedepan semua pihak terkait dapat saling bahu membahu untuk meningkatkan dan menjaga pesona pariwisata yang ada di Banjarmasin. Berdasarkan percakapan tadi, sang kapten Frank Alica sempat menyampaikan bahwa mereka akan merencanakan kembali mengunjungi ke Kota Banjarmasin di tahun depan. Selain itu, keragaman budaya Banjarmasin juga memberikan nilai tambah dimata para wisatawan, buktinya mereka antusias untuk membeli kain batik Sasirangan khas Kalimantan Selatan.

Landri, dari AsiaCruise menyatakan bahwa rata rata para wisatawan sangat puas dengan kunjungan mereka di Banjammasin, mereka berharap agar budaya ini selalu dijaga keasliannya, termasuk rumah penduduk yang terlihat asri yang dilewati selama perjalanan mereka, terlepas hal tersebut mereka juga berharap agar ada perbaikan pada fasilitas Musium Wasaka sebelum melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Kumai pada pukul 10.30 wita.




Pewarta: Herry Murdy Hermawan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026