Oleh Yose Rizal

Martapura, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan siap memanfaatkan teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Banjar Khairul Saleh di Martapura, Jumat mengatakan, langkah strategis itu siap dilakukan setelah mengikuti kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XV di Padang Sumatera Barat, Rabu (25/9).

Kegiatan skala nasional itu dibuka Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Prof Dr H Muhammad Hatta MS dan dihadiri sejumlah gubernur, bupati dan wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Ada beberapa catatan penting dari pemaparan Menristek yang kami ambil dan bisa diterapkan di Kabupaten Banjar terkait peningkatan dan pemanfaatan teknologi tepat guna," ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu teknologi tepat guna yang sudah direalisasikan Pemkab Banjar adalah pemanfaatan limbah sampah hasil pengolahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang mampu menghasilkan gas metan.

Dijelaskan, gas metan itu berhasil dirubah menjadi energi terbarukan baik dalam bentuk bahan bakar maupun energi listrik yang bisa digunakan sebagai penerangan di kawasan TPA yang diberi nama "Hutan Panjang".

"Menteri mengapresiasi upaya dan kerja keras pemerintah daerah yang memanfaatkan limbah lingkungan menjadi sumber energi terbarukan sehingga mendorong kami memanfaatkan sumber daya lokal itu," ungkapnya.

Dikatakan, Menristek yang juga putra daerah Kalsel karena lahir di Banjarmasin itu juga menilai prestasi masyarakat di bidang inovasi teknologi tepat guna terus meningkat dan semakin berkembang.

Disebutkan bupati mengutif ucapan Menristek, prestasi tersebut dibuktikan melalui sejumlah penghargaan di bidang inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna baik tingkat lokal, nasional maupun internasional.

"Masyarakat Indonesia sudah memiliki keahlian membuat gas metan secara mandiri memanfaatkan kotoran ternak yang sebelumnya dibuang tetapi bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi keperluan keluarga," ujarnya.

Ia juga mengatakan, melalui bantuan lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) pusat, masyarakat bisa memanfaatkan sumber kekayaan alam di lingkungan sekitarnya termasuk pemanfaatan teknologi pertanian.

"Untuk meningkatkan produksi beras menggunakan teknologi mikro hidro. Bahkan singkong yang sebelumnya hanya dijual mentah sekarang bisa dikemas menjadi makanan dengan berbagai rasa," ucapnya menirukan menteri.

Ditambahkan, misi Pemkab Banjar mengikuti gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XV di Padang dalam rangka mengadopsi penerapan teknologi baru sesuai dengan sumber daya lokal yang ada di sekitarnya.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026