Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Para wakil rakyat di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengajak masyarakat setempat berperan aktif dalam mengatasi masalah sampah, yang belakangan ini sudah menjadi persoalan serius bagi daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kotabaru, H Rusli Erfan, di Kotabaru, Kamis, mengatakan, untuk mengatasi sampah yang produksinya terus meningkat, pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat, melalaui program bank sampah.

"Diperlukan program yang bisa menarik perhatian masyarakat, misalkan, program yang bisa menjadikan sampah memiliki nilai ekonomis dan bernilai jual," ujarnya.

Bank sampah yang saat ini mulai populer di beberapa daerah, terbukti bisa menjadi salah satu peluang usaha bagi kelompok masyarakat yang mengelolanya.

Karena setiap sampah baik organik maupun non organik bisa dihargai dengan sejumlah uang, tergantung klasifikasi sampah dan kualitasnya.

"Dengan adanya bank sampah pastinya akan menambah penghasilan bagi para pengrajin," paparnya.

Melalui bank sampah tersebut diharapkan peran serta masyarakat dalam mengelola sampah sudah dimulai dari tingkat rumah tangga, seperti, memisahkan sampah organik dan non organik.

Selama ini masyarakat masih beranggapan bahwa sampah tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga mereka membuangnya begitu saja sebagai barang yang berbau dan tidak berguna.

Di masa mendatang, Rusli berharap, pengelolaan bank sampah merupakan swadaya masyarakat, pemerintah daerah hanya sebagai pendamping proses penanganan sampah dan manajemen kelompok.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana, mengajak kepada seluruh masyarakat Kotabaru, agar membiasakan diri berperilaku hidup bersih, dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat dan menjadikan sampah sebagai barang yang memiliki nilai ekonomis.

Nilai ekonomisnya, lanjut Wakil Bupati, karena bank sampah bisa memberikan tambahan penghasilan bagi anggota atau nasabahnya.

Selain itu, lingkungan mereka juga terjaga kebersihannya.

Keberadaan bank sampah dinilai penting karena tumpukan sampah rumah tangga bisa dikelola di lokasi tersebut.

Karena setiap yang bernilai bisa dijual langsung, sementara sampah organik akan dibuat pupuk kompos yang kemudian di paking untuk kemudian dijual.

"Daripada membuang sampah tidak jadi apa-apa, lebih baik dikumpulkan di bank sampah," uangkap Rudy.

Sementara itu, beberapa persoalan serius yang disebabkan sampah yang dibuang sembarangan, adalah banjir, dan penyebaran penyakit akibat lalat yang hinggap di sampah.



Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026