Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan AKBP Riko Sunarko menegaskan tidak gentar menghadapi teror yang kini "menghantui" personil aparat penegakan hukum itu.
"Kami tidak gentar dan tidak boleh gentar terhadap setiap ancaman karena kalau polisi gentar, siapa yang melindungi masyarakat," ujarnya usai serah terima jabatan di mapolres Banjarbaru, Jumat.
Ia menyatakan hal itu menjawab pertanyaan mengenai sikapnya atas kasus penembakan yang menewaskan Aipda anumerta Sukardi oleh orang tak dikenal di depan gedung KPK, Jakarta baru-baru tadi.
Perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1995 itu mengganti pejabat lama AKBP Budi Santoso yang mendapat promosi menjadi Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau.
Menurut Riko, ancaman terhadap anggota polri selalu ada karena tugas sebagai aparat keamanan bersentuhan langsung dengan masyarakat terlebih berkaitan masalah hukum yang memang rawan menimbulkan konflik.
Disisi lain, kinerja setiap anggota polri sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat menuntut kesiapan baik waktu dan tenaga sehingga personil harus selalu siap menjalankan tugasnya.
"Tugas dan tanggung jawab polisi memang cukup berat sehingga setiap anggota harus selalu siap menghadapi segala resiko yang bisa muncul setiap saat," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya juga sudah menginstruksikan anggota agar selalu waspada dalam menjalankan tugas dan tidak patroli atau mendatangi tempat kejadian sendiri sehingga tidak menjadi korban.
Disisi lain, kata dia, setiap anggota ditekankan bekerja secara profesional sehingga tidak menimbulkan konflik dalam menangani permasalahan yang diselesaikan melalui jalur hukum.
"Profesional dalam menjalankan tugas adalah kata kunci yang harus diterapkan setiap anggota. Jika sikap profesional dikedepankan maka tidak mungkin terjadi konflik yang berujung ancaman terhadap anggota," katanya.
Sementara itu, mantan Kapolres Banjarbaru AKBP Budi Santoso mengatakan, ancaman terhadap anggota polri di lingkup Polres Banjarbaru hampir tidak ada.
"Selama ini, ancaman terhadap anggota tidak ada dan setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak terjadi konflik antara anggota dengan masyarakat," kata dia.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.