Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) siap meningkatkan pelayanan bagi pasangan usia subur yang menjadi calon peserta Keluarga Berencana (KB).


"Upaya tersebut dalam rangka menambah jumlah pasangan usia subur sebagai peserta KB," ujar Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Ali Moeso di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Selasa.

Ia mengatakan hal tersebut usai peringatan Hari Keluarga XX dan pencanangan kesatuan gerak PKK KB Kes dan bakti sosial TNI KB Kes tingkat Kalsel yang dilaksanakan di lapangan Murjani Kota Banjarbaru.

Menurut dia, jumlah pasangan usia subur (PUS) peserta KB selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir tidak mengalami kenaikan dan cenderung stagnan sehingga diperlukan langkah-langkah strategis meningkatkannya.

Disebutkan, jumlah peserta KB secara nasional sudah mencapai 59 persen dari jumlah pasangan usia subur tetapi cukup banyak yang berhenti menjalankan program mengatur jumlah anak itu.

"Cukup banyak faktor yang membuat pasangan usia subur berhenti mengikuti program KB sehingga pelayanan harus lebih ditingkatkan agar jumlah peserta tidak mengalami penurunan," ungkapnya.

Dikatakan, penyebab peserta KB berhenti menjalani program nasional itu seperti kualitas alat kontrasepsi yang kurang baik atau sulit mencari jika persediaan habis.

Selain itu, ada juga peserta yang takut efek samping penggunaan obat, metode yang tidak cocok seperti mau implant tetapi yang diberi IUD atau diberi karet pengaman dan beberapa faktor lain.

"Langkah yang dilakukan adalah menyediakan stok alat kontrasepsi yang diperlukan terutama di pusat pelayanan kesehatan di sekitar lingkungan masyarakat disamping sosialisasi program KB yang terus digalakkan," kata dia.

Ditambahkan, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi calon peserta "anmednit" yakni pasangan usia subur yang tidak mau mengikuti program KB sehingga mereka mau mengikuti program nasional tersebut.

"Calon peserta "anmednit" harus diberikan pelayanan sehingga mereka mau menjalankan program KB dan ditargetkan jumlahnya diturunkan 9 persen dari angka PUS yang terdata," katanya.

  Peringatan Hari Keluarga XX dihadiri Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah, Danrem 101/Ant Kol Inf Suharjono bersama dandim se Kalsel dan undangan lain.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026