Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan segera meluncurkan buku "lending model" peternakan kerbau rawa di Kalimantan Selatan sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan peternakan lokal daerah ini.
Kepala Grup Ekonomi Keuangan dan Sistem Pembayaran Manajemen Intern Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Maurids H. Damanik di Banjarmasin, Selasa mengungkapkan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh Bank Indonesia guna mendorong pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan.
"Salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia adalah penyediaan informasi dalam bentuk hasil penelitian," katanya.
Penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) saat ini, kata dia, mengenai penyusunan Lending Model (pola pembiayaan usaha) peternakan kerbau rawa untuk dilaksanakan untuk menjaring tambahan informasi.
Selain itu, tambah dia, diskusi tersebut dilaksanakan untuk bisa mendapatkan, saran maupun masukan dari pihak terkait guna penyempurnaan isi buku setelah kegiatan awal pada Seminar Kerbau Rawa pada tanggal 11 Juni 2013.
Tidak hanya itu, melalui diskusi diharapkan juga akan membahas dan memperkenalkan kearifan lokal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yakni wisata fauna Kerbau Rawa Kalimantan Selatan.
"Peternakan kerbau rawa merupakan usaha dari banyak masyarakat Kalsel yang telah dilakukan secara turun temurun dan potensial untuk dikembangkan dan sebagai upaya pelestarian ikon peternakan dan pariwisata Kalsel," katanya.
Hal tersebut, tambah dia, mengingat daerah lahan rawa di Kalsel masih cukup besar khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dimana 89 persen daerahnya berupa rawa.
HSU tambah Maurids, berpotensi besar untuk dapat mempertahankan dan mengembangkan ternak kerbau rawa tersebut.
Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten HSU bahwa populasi kerbau rawa di tahun 2012 adalah sebanyak 67,08 persen dari keseluruhan ternak kerbau rawa di Kalsel.
Saat ini di Kalsel tercatat populasi kerbau rawa mencapai 12.528 ekor dan terbesar ada di kawasan rawa Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 8.404 ekor atau 67,08.
Jumlah kerbau rawa itu mencapai separuh dari jumlah seluruh kerbau yang ada di Kalsel, yaitu 25.973 ekor.
Melalui FGD ini diharapkan akan lahir banyak masukan maupun saran bagi penyempurnaan penyusunan buku lending model agar dapat lebih memberikan manfaat bukan hanya bagi peternak kerbau rawa namun juga bagi perbankan yang berminat memberikan pembiayaan bagi usaha peternakan kerbau rawa.
Inti hasil dari FGD yang dilaksanakan oleh KPwBI Wilayah Kalimantan adalah bahwa seluruh peserta yang hadir, mulai dari dinas terkait, akademisi, perbankan sampai dengan para pelaku usaha dan peternak kerbau rawa serta budayawan memberikan apresiasi sekaligus dukungan kepada KPwBI Wilayah Kalimantan dalam menyusun buku tersebut.
Pengembangan Peternakan
Kepala Divisi Akses Keuangan, UMKM dan Komunikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Triatmo Doriyanto mengungkapkan koordinasi dari seluruh pihak terkait menjadi kunci utama guna keberhasilan tujuan pembuatan buku tersebut.
Selain itu, juga sebagai salah satu dukungan dalam pengembangan peternakan kerbau rawa ke depannya sehingga mampu terus terpelihara menjadi usaha yang potensial dan memacu kegiatan pariwisata di Kalsel.
"Saya juga berharap buku lending model peternakan kerbau rawa akan menjadi layak dan dapat segera dimanfaatkan oleh pihak terkait seperti peternak kerbau rawa, dinas/instansi terkait dalam membina pelaku usaha dan perbankan dalam rangka memberikan pembiayaan kepada para pengusaha UMKM," katanya.
KPwBI Wilayah Kalimantan berharap melalui peluncuran buku lending model ini nantinya, peternakan kerbau rawa akan mengalami kemajuan sehingga secara langsung dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan secara tidak langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalimantan Selatan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.