Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Festival Borneo berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, mulai 12 September 2013, merupakan ajang promosi daerah, ujar Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata provinsi setempat H Mohandas.
Pasalnya Festival Borneo yang berlangsung selama tiga hari di "kota seribu sungai" Banjarmasin itu, bukan cuma menggelar atraksi seni budaya, tapi juga mengenalkan berbagsi potensi serta produk daerah dari empat provinsi se-Kalimantan, ungkapnya, Kamis.
"Namun yang jelas, dalam Festival Borneo tersebut, empat provinsi se-Kalimantan mengenalkan potensi wisata dari daerahnya masing-masing," lanjutnya menjawab Antara Kalsel, di sela-sela rapat Panitia Pelaksana Pekan Olah Raga Nasional (Porwanas) XI.
Menurut mantan Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel itu, pelaksanaan Festival Borneo merupakan yang tepat, karena berbaringan kedatangan insan pres dari berbagai penjuru tanah air, untuk mengikuti Porwanas XI.
"Sebelum bertanding, yang dijadwalkan mulai 14 September 2013, wartawan dari seluruh provinsi se-Indonesia bisa menyaksikan Festival Borneo terlebih dahulu. Karena kedatangan mereka ada yang 11 September 2013," tuturnya.
"Kita sendiri akan mamaksimalkan promosi objek wisata Kalsel pada even regional tersebut, termasuk saat pelaksanaan Porwanas XI yang berlangsung sampai 20 Septermber 2013," lanjutnya.
Salah satu objek wisata Kalsel yang menjadi primadona dan terkenal sampai ke berbagai penjuru nusantara Indonesia, dan bahkan ke mancanegara, yaitu Pasar Terapung di Sungai Barito - muara Sungai Kuin Banjarmasin.
Kekhasan Pasar Trapung tersebut kegiatan transaksi di atas perahu sejak dini hari atau menjelang subuh, dan saat matahari tinggi sepenggalah atau sekitar pukul 07.00 Wita sudah tiada aktivitas lagi.
Festival Borneo tersebut dirangkai dengan Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, yang menjadi motto kepariwisataan Indonesia, demikian Mohandas.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.