Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Hasil sensus pertanian (ST2013) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan menyebutkan populasi sapi dan kerbau di Kalsel tercatat 134.360 ekor, menurun dibandingkan data yang diperoleh 1 Juni 2011.

"Diketahuinya penurunan populasi sapi dan kerbau di Kalsel itu dari hasil Sensus Pertanian (ST2013)," kata Kepala Bidang Statistik BPS provinsi setempat Fakhri, di Banjarmasin, Senin.

Ia menerangkan selama periode 1 Juni 2011 sampai 1 Mei 2013, populasi sapi dan kerbau mengalami penurunan sebanyak 28.284 ekor atau 17,39 persen.

Karena hasil pendataan sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSPK) di Kalsel per 1 Juni 2011 ada 162.644 ekor.

Begitu pula dalam periode 2003 - 2013 rata-rata terjadi penurunan jumlah sapi dan kerbau di Kalsel sebesar1,74 persen per tahun, katanya.

Berdasarkan hasil ST2013, bila dirinci menurut wilayah, ada tiga kabupaten yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak, yaitu Kabupaten Tanah Laut (Tala) dengan jumlah populasi 48.508 ekor.

Kemudian Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dengan populasi 17.194

ekor dan Kabupaten Banjar sebanyak 17.118 ekor, katanya didampingi Kepala Bidang Distribusi BPS Kalsel Arih Prasetyo.

Sedangkan kabupaten yang memiliki sapi dan kerbau paling sedikit, Kota Banjarmasin dengan jumlah populasi sebanyak 561 ekor.

Secara absolut, penurunan populasi sapi dan kerbau terbesar dari tahun 2011 - 2013 terjadi di Tala sebanyak 12.152 ekor, dan penurunan terendah di Kabupaten Balangan sebanyak 322 ekor.

Sementara itu, kenaikan populasi sapi dan kerbau terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kotabaru dan Kota Banjarbaru, masing-masing naik sebesar 1.148 ekor, 262 ekor dan 158 ekor, demikian Fakhri. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026