Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kamenag) RI siap mengucurkan dana pengembangan asrama haji Kalimantan Selatan melalui dana APBN senilai Rp10 miliar.
Kepala Kemenag Kalsel, Abdul Halim H Ahmad di Banjarmasin, Kamis, usai pelantikan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), mengungkapkan melalui dana tersebut, asrama haji akan dibangun dengan lebih baik dan memadai.
Selain itu, berbagai fasilitas yang ada, seperti ranjang bertingkat, juga akan diganti sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pusat.
sayangnya dana tersebut hingga kini belum bisa dimanfaatkan karena terkendala pada hibah lahan dari Pemerintah Provinsi Kalsel ke Kemenag.
"Jika lahan seluas tujuh hektare tersebut telah dihibahkan oleh Pemprov ke Kemenag, maka pengembangan embarkasi tersebut siap dilaksanakan," katanya.
Dengan demikian, tambah Halim, rencana Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pengembangan areal Asrama Haji Banjarmasin di Landasan Ulin Banjarbaru, belum bisa tereralisasi lantaran terkendalan status lahan masih berstatus milik Pemerintah Provinsi (pemprov) setempat.
"Dana Rp10 miliar siap dikucurkan pemerintah pusat bila proses hibah selesai,� tambah Halim.
Menurut Halim, kondisi asrama haji masih perlu perbaikan atau peningkatan mutu bangunan dan sarana pendukung lain.
Hal ini bertujuan memberikan kenyamanan jamah calon haji sejak berangkat sampai datang.
Kepala Bidang Haji Haji dan Umrah, Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Sukeriansyah menambahkan, pelayanan di asrama haji embarkasi Banjarmasin ini perlu peningkatan, karena kondisi saat ini terbilang kurang dari standar.
Menurut dia, salah satu fasilitas yang perlu dibenahi antara lain tempat tidur yang saat ini masih menggunakan ranjang bertingkat kondisi tersebut, dinilai kurang cocok "Seharusnya, masing-masing kamar, nantinya dirancang seperti hotel, ranjang maisng-masing, lengkap fasilitas lain, bukan seperti sekarang," kata Sukeriansyah.
Menurut dia, di dalam areal asrama juga akan dibangun gedung tambahan dan peningkatan bangunan yang ada, sesuai kebutuhan jamaah haji.
Apalagi, pada 2013, asrama haji sepenuhnya digunakan untuk jamaah haji dari 13 kabupaten/kota se Kalsel karena calon jamaah haji asal Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berangkat melalui Embarkasi Banjarmasin, dilakukan karantina di provinsi setempat.
Jamaah haji Kalteng akan terbang dari Bandara Cilik Riwut dan langsung bergabung dengan asal Kalsel di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Terkait dengan hibah lahan asrama, Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan menyatakan, pihaknya akan mengupayakan percepatan proses hibah lahan menjadi hak milik kementerian agama Kalsel demi kelancaran proses pengembangan selanjutnya.
"Kita ingin secepatnya diserahkan, tapi karena harus ada proses, kita lakukan sesuai aturan," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.