Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, siap membantu masyarakat mempertahankan kebun karetnya untuk tidak ditanami pohon meranti putih (shorea bracteolata dyer).
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, H Faruk Syahdan, di Kotabaru, Kamis, mengatakan, menurut laporan masyarakat Sebelimbingan, pemerintah daerah berencana menaman pohon meranti putih di daerah mereka.
"Mereka khawatir, kebun karet yang luasnya sekitar 300 hektare milik warga tersebut masuk dalam areal yang akan ditanami pohon meranti putih," jelasnya.
Para pemilik kebun tidak menghendaki kebun karet yang sudah mulai berproduksi tersebut tidak diganti dengan tanaman meranti putih.
Faruk mengemukakan, Fraksi Partai Golongan Karya, siap membantu masyarakat untuk menyampaikan kekhawatirannya itu kepada pemerintah daerah, agar kebun karet yang berada di Areal Peruntukan Lain (APL) itu tetap dipertahankan.
"Masyarakat harus membuat surat pernyataan dan bukti-bukti otentik dari kepemilikan lahan karet tersebut, sebagai bahan pertimbangan kenapa masalah tersebut harus dihearingkan," jelasnya.
Salah seorang warga Sebelimbingan Hamid, mengemukakan, rencana pemerintah daerah untuk penanaman meranti putih, dikhawatirkan akan merambah ke lahan karet masyarakat, yang selama puluhan tahun telah mereka garap.
"Kami tidak ingin, lahan karet yang sudah mulai kami sadap itu diganti menjadi tanaman meranti putih," tegasnya.
Apabila lahan ini diganti dengan meranti putih, lanjut Hamid, maka penghasilan masyarakat akan berkurang.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan siap mendukung rencana Pemkab Kotabaru, untuk mengembangkan tanaman meranti putih hingga 3.000 hektare di kawasan hutan lindung Sebelimbingan, Pulau Laut Utara.
"Jika Pemkab Kotabaru serius untuk mengembangkan tanaman meranti putih hingga 3.000 hektare, maka kami siap memberikan dana untuk biaya pengembangannya," kata Menteri Kehutanan di Kotabaru, dalam sebuah kesempatan.
Dukungan Kementerian Kehutanan tersebut akan diwujudkan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk budidaya meranti putih seluas 3.000 ha.
"Setiap hektare akan mendapatkan alokasi dana untuk tanam dan operasional sebesar Rp5 juta," imbuhnya.
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani mengatakan, saat ini tanaman meranti putih di Desa Sebelimbingan tersisa sekitar 8,3 hektare dari sekitar 300 hektare.
"Sebagian besar tanaman meranti yang ditanam PT Inhutani sekitar tahun 70-an itu dibabat oleh perambah hutan," paparnya.
Meski telah banyak yang dijarah, Pemkab Kotabaru berencana untuk mengembangkan tanaman meranti yang lebih luas lagi yakni, hingga 3.000 hektare.
Namun perlu dukungan dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kehutanan.
"Jika program ini terwujud, akan dinamai taman hutan meranti putih `Zulkifli Hasan`," ujarnya.
Agar masyarakat Kotabaru, atau yang datang ke kawasan hutan meranti putih mengenang bahwa Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pernah berkunjung kemari, tambahnya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.