Karena kalau kita melihat pembiayaan pembuatan ornamen pada Bandara A Yani Semarang menghabiskan dana Rp30 miliar. Sedangkan dana kita untuk ornamen itu baru Rp5 miliarBanjarmasin (ANTARA) - Bandara Internasional Sjamsudin Noor Banjarmasin yang berkedudukan di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) segera operasional pascapembangunan pengembangannya.
Pimpinan proyek (Pimpro) pembangunan Bandara Internasional Sjamsudin Noor, Dadang Dian Hendiana menyatakan itu saat kunjungan Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan, Kamis sore.
Ia menerangkan, pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bandara Internasional Sjamsudin Noor yang merupakan kebanggaan masyarakat Kalsel tersebut, kini sudah mencapai 89 persen.
"Insya Allah 'soft opening' proyek sarana dan prasarana perhubungan udara yang menggunakan anggaran sekitar Rp2,3 triliun itu pada 15 November 2019," ujarnya di hadapan para wakil rakyat Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.
Baca juga: AP II dan PLN sepakati kerja sama infrastruktur pengisian mobil listrik
"Kemudian peresmian Bandara Sjamsudin Noor oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2019 bersamaan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2019 yang puncak acaranya di Kalsel," ujarnya.
Menjawab anggota Komisi III DPRD Kalsel, dia menyatakan, pembiayaan pembangunan fisik Bandara Internasional Sjamsudin Noor tersebut murni dari anggaran PT Angkasa Pura (AP), tidak ada dana pihak ketiga atau investor asing.
Mengenai ornamen khas daerah Banjar Kalsel pada Bandara Internasional Sjamsudin Noor atas usul anggota Komisi III DPRD Kalsel tersebut, yang mewakili General Manager (GM) AP I Cabang Banjarmasin, Suriganata menambahkan, hal itu juga sudah menjadi pemikiran dan perencanaan pihaknya.
"Namun pembuatan ornamen tersebut masuk proyek tahun depan, karena selain dana yang tersedia belum mencukupi, juga waktu tidak memungkinkan," lanjut Pelaksana Harian GM yang jabatannya Airport Security and Safety Senior Manager AP I Cabang Banjarmasin itu.
Baca juga: TNI-Polri perkuat pengamanan bandara, PLN dan Pertamina
"Karena kalau kita melihat pembiayaan pembuatan ornamen pada Bandara A Yani Semarang menghabiskan dana Rp30 miliar. Sedangkan dana kita untuk ornamen itu baru Rp5 miliar," demikian Dadang DH.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani dari Partai Golkar berharap, pengoperasian Bandara Internasional Sjamsudin Noor sesuai jadwal, jangan sampai tertunda.
"Sesudah mendengarkan paparan serta peninjauan lapangan, saya optimis pengoperasian Bandara Internasional Sjamsudin Noor tepat waktu, sesuai jadwal/perencanaan," katanya menjawab anggota Press Room DPRD Kalsel.
Usai pemaparan, rombongan Komisi III DPRD Kalsel bersama wartawan meninjau pembangunan Bandara Internasional Sjamsudin Noor tersebut, yang dalam kawasannya terdapat hotel dengan seratus kamar.
Baca juga: AP I siapkan Rp500 miliar kembangkan Bandara Sentani
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.