Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan menerima 15 surat kaleng terkait rekam jejak calon anggota legislatif dari beberapa partai politik yang akan mengikuti Pemilu 2014.
Staf Teknik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan Husni di Banjarmasin, Selasa, mengungkapkan, 15 surat kaleng tersebut disampaikan setelah KPU mengumumkan daftar calon sementara (DCS) caleg dari masing-masing partai.
"Sayangnya kami tidak bisa menindaklanjuti atau mengakomodir surat tersebut, karena tidak disertai dengan identitas resmi pengirim," katanya.
Menurut Husni, KPU tidak bisa mengakomodir surat kaleng, karena tidak bisa dipertanggungjawabkan informasinya.
Hingga kini, tambah dia, hanya terdapat satu surat yang bisa ditindaklanjuti, terkait pengaduan tentang ijazah palsu terdapat dua caleg dari PDIP dan PKS yang diganti, karena yang bersangkutan meninggal dunia.
"Saat ini tahapan telah sampai pada pelaksanaan DCSHP atau daftar calon sementara hasil perbaikan," katanya.
Selanjutnya, pada 23 hingga 25 Agustus, KPU akan mengumumkan daftar calon pemilih tetap calon legislatif yang siap bertarung untuk mendapatkan suara pada Pemilu 2014.
Partai politik peserta Pemilu 2014, yaitu Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Berikutnya, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Sedangkan jumlah DCS Partai Peserta Pemilu di Kalsel yaitu Partai Keadilan Sejahtera sebanyak 55 orang, Partai Golkar 55 orang, PBB 55 orang, Partai Nasdem 55 orang dam Partai Demokrat 55 orang.
Selanjutnya, PPP 55 orang, Partai Hanura 53 orang, PDI Perjuangan 55 orang, Partai Gerindra 55 orang, PKB 55 orang, PAN 55 orang dan PKPI 27 orang.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin berharap KPU bisa melaksanakan tugasnya untuk melaksanakan Pemilu 2014 lebih berkualitas, sehingga hasilnya pun bisa membawa perbaikan kesejahteraan masyarakat.
"KPU sebelumnya sudah baik, namun kita berharap KPU yang baru bisa bekerja lebih baik lagi," katanya.
Terkait partisipasi pemilih, kata gubernur, akan menjadi tugas berat bagi KPU untuk bisa meyakinkan masyarakat agar bisa datang secara sukarela ke lokasi pemungutan suara.
Ia mengatakan, terkadang ukuran masyarakat, terutama di daerah terpencil, untuk memutuskan datang atau tidak ke TPS sangat sederhana.
"Misalnya masyarakat di pinggiran terkadang memutuskan lebih baik ke kebun menoreh karet pasti dapat hasil, daripada harus ke TPS tidak ada uangnya," katanya.
Namun demikian, kata Gubernur, Pemprov tetap akan membantu KPU dalam upayanya menyosialisasikan ke masyarakat tentang pentingnya pemilu bagi masa depan bangsa dan negara.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.