Hingga kini cabang olahraga gantole Kalimantan Selatan hanya memiliki dua peralatan layangan untuk kelas B yang layak mengikuti kejuaraan nasional, ungkap Ketua Harian Gantole Kalsel Syamsuri di Banjarmasin, Sabtu.
Beberapa bulan lalu fasilitas yang dimiliki Kalsel hanya satu layangan kelas B yang layak mengikuti kejuaraan nasional namun setelah ada penambahan kini menjadi dua, katanya.
Penambahan layangan kelas B tersebut menghabiskan dana Rp43 juta yang sebelumnya harus dipesan dari negara pembuat yakni Amerika Serikat.
Untuk memperoleh layangan kelas A maka Gantole Kalsel harus mengeluarkan uang lebih besar yakni Rp61 juta perbuah.
Olahraga gantole merupakan olahraga udara yang jarang diminati masyarakat karena memiliki risiko cukup tinggi dan memakan biaya cukup besar.
Hingga kini Kalsel hanya memiliki tiga atlet gantole yang siap mengikuti kejuaraan nasional maupun prakualifikasi Pekan Olah raga Nasional di Riau yakni Sisworo, Syamsuri dan Taufik Rahman.
Namun demikian, Pemprov Kalsel menginginkan adanya kaderisasi dalam cabang olahraga udara itu dan penerimaan atlet terbuka kepada masyarakat umum.
Dengan adanya kaderisasi maka atlet gantole Kalsel diharapkan lebih maju dan berkembang serta memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dari para pendahulunya, demikian Syamsuri.
Jumlah cabor unggulan Kalsel saat ini ditetapkan 15 cabang meliputi gulat, menembak, tinju, angkat berat dan binaraga.
Kemudian loncat indah, renang, biliar, bermotor, taekwondo, base ball, catur, dayung, wushu dan pencak silat.
Selain itu, KONI Kalsel juga memiliki 21 cabor yang dianggap potensial seperti sepak bola, bola voli, kempo, selam, bridge dan bulu tangkis dan golf. (Her/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.