Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Keluarga besar Nahdlatul Ulama atau kaum nahdliyin di Kalimantan Selatan diharapkan dapat tetap menjaga persatuan dan kesatuan guna mendukung keutuhan bangsa Indonesia.

"Tahun 2013 merupakan tahun politik, sehingga keluarga besar nahdliyin harus dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan," ajak Sekretaris Pengurus NU Kalsel Nasrullah AR, usai berbuka puasa bersama dengan wartawan di Banjarmasin, Minggu.

Ajakan agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan itu cukup beralasan. Karena anggota NU juga ada di mana-mana, termasuk di partai politik, ujar Nasrullah yang juga anggota DPRD Kalsel dari Partai Persatan Pembangunan(PPP).

Sebagai contoh di Kalsel, anggota NU bukan cuma terdapat di parpol Islam, seperti PPP dan Partai Bulan Bintang, tapi tersebar di Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan lainnya.

Politisi muda PPP itu berharap, NU bukan saja menjadi perekat sesama keluarga besar nahdliyin yang tersebar di mana-ama, tapi juga menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

"Sejak kelahiraannya hampir seabad lalu, NU selalu berkomitmen dengan nasionalisme demi tetap tegak dan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya.

"Kita boleh berbeda pandangan politik. Namun persatuan dan kesatuan lebih utama, guna menghantarkan negara dan bangsa kita ini mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dalam berkemakmuran, dan berkemakmuran dalam keadilan," lanjutnya.

Sesuai independensi NU, dia menyatakan, para pengurus ataupun anggota organisasi kemasyarakatan terbesar dan tertua di Indonesia itu, bebas melakukan pilihan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Namun ada hal yang harus menjadi perhatian, baik pengurus maupun anggota NU, agar jangan saling bertengkar sesama keluarga besar nahdliyin. Peribahasa daerah Banjar menyebut `jangan bacakut papadaan`, karena hal itu akan merugikan semua pihak," ujarnya.

"Kalau berpolitik, berpolitiklah secara elegan dan sehat, jangan bagaikan pepatah `menuhuk teman seiring` atau menggunting dalam lipatan, sehingga membuat ketidaknyamanan, baik dalam kehidupan dunia politik maupun lainnya," demikian Nasrullah.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026