Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - DPRD Kalimantan Selatan mendesak PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pembangunan "flyover" (jalan layang) Banjarmasin melakukan percepatan pembangunan prasarana perhubungan jalan di ibu kota provinsi tersebut.

Desakan itu saat Ketua DPRD Kalsel Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah bersama pimpinan Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD tingkat provinsi tersebut, meninjau pelaksanaan pembangunan flyover Banjarmasin, Selasa siang.

"Kami harap pembangunan flyover ini lebih cepat lagi dari perencanaan semula," desak pensiunan perwira menengah TNI-AD tersebut, didampingi Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel masing-masing Puar Junaidi, Muhammad Husaini dan Ansor Ramadlan.

"Kami minta kontraktor bekerja lebih maksimal lagi. Kalau perlu tambah tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan, agar upaya percepatan pembangunan flyover terealisasi," lanjut mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan tersebut.

Menurut mantan Komandan Kodim 1007 Banjarmasin itu, pelaksanaan pembangunan flyover di Jalan A Yani Km3,5 - Km4 atau persimpangan Jalan Gatot Soebroto dan Jalan Lingkar Selatan Dalam tersebut, belum maksimal dan masih ada peluang untuk lebih memaksimalkan.

"Kontraktor jangan terpaku pada waktu perencanaan awal. Tapi harus berupaya lebih cepat lagi agar pembangunan flyover sesegeranya pula selesai, tak mesti menunggu Oktober 2014," katanya.

"Karena kalau menunggu sampai Oktober 2014, saya kira terlalu lama, dan semakin banyak keluhan masyarakat atau persoalan lain yang muncul," demikian Nasib Alamsyah.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kalsel mengingatkan, walau dilakukan percepatan pembangunan flyover, tapi faktor kualitas atau mutu hasil pekerjaan harus betul-betul terjaga dengan baik.

"Jangan karena desakan percepatan, sehingga kualitas pekerjaan kurang diperhatikan, dan akhirnya bangunan tersebut jadi bermasalah yang cukup fatal," ujar Puar.

Sedangkan Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Ansor Ramadlan menyoroti pembangunan pelebaran jalan samping kanan - kiri flyover, yang terkesan tak memenuhi harapan wakil rakyat tingkat provinsi tersebut.

"Sekitar dua bulan lalu, kami minta, pelebaran jalan samping flyover sudah rampung sebelum tibanya Ramadhan 1434 Hijriah. Tapi kenyataannya sampai saat ini pelebaran jalan tersebut belum selesai," ujarnya.

Oleh sebab itu, kemacetan lalu lintas di kawan pembangunan flyover tersebut belum bisa teratasi secara tuntas, kecuali pelebaran jalan samping kanan kirinya selesai.

Menanggapi desakan, wakil rakyat Kalsel tersebut, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Wilayah I Kalsel Muntaal Badrun, menyatakan, memaklumi harapan itu.

"Namun dalam pekerjaan itu ada yang secara teknis melalui tahapan-tahapan. Karena tanpa menggunakan tahapan bisa berisiko terhadap kondisi bangunan. Oleh sebab itu, kami juga mengharapkan maklum dari masyarakat," ujarnya.

Ia menerangkan, berdasarkan kontrak semula, pembangunan flyover tersebut Oktober 2012 - 2015, namun kontraktor berupaya maksimal agar Oktober 2014 pelaksanaannya bisa selesai.

Mengenai pelebaran jalan kanan-kiri flyover, dia mengatakan, kontraktornya bukan PT PP, tapi PT Waskita Karya (WK) sama-sama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa dan konstruksi.

"Kita juga berharap, pelaksanaan pelebaran jalan kanan-kiri flyaover bisa selesai sebelum lebaran Idul Fitri 1434 H, dengan cacatan PDAM Bandarmasih juga melakukan pekerjaan pemindahan pipa sesegera mungkin," demikian Muntaal.

Pembangunan flyover sepanjang 400 meter tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota Kalsel, yang belakangan hampir tiap hari mengalami kemacetan lalu lintas.


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026