Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dinas Pendidikan di Kalimantan Selatan mulai mendata penerima beasiswa miskin di provinsi tersebut sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 21 Juni lalu.

"Beasiswa Miskin itu dimaksudkan antara lain, untuk menjamin siswa tetap bisa sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel Ngadimun, di Banjarmasin, Selasa.

Ia menerangkan, pada dasarnya penerima beasiswa tersebut dari keluarga yang memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dikeluarkan instansi berwenang.

Kriteria lain dari anak yang dianggap pantas diusulkan sebagai calon penerima BSM antara lain, orang tua siswa terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu, terancam putus sekolah karena kesulitan biaya, yatim dan/atau piatu, serta pertimbangan lain (misalnya kelainan fisik, korban musibah berkepanjangan).

Begitu pula siswa berasal dari rumah tangga miskin dan memiliki lebih dari tiga orang bersaudara yang berusia di bawah 18 tahun, ungkap Kepala Disdik Kalsel yang menyandang gelar doktor tersebut.

Penyaluran BSM tersebut secara bertahap atau per semester, akan di mulai 26 Agustus 2013, dengan besaran yang berbeda untuk setiap tingkatan atau jenjang pendidikan.

Besaran BSM pada tahun pelajaran 2013-2014, setiap orang penerima, untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Rp450.000 atau Rp225.000/semester, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) Rp375.000/semester.

Kemudian untuk Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA) setiap orang penerima BSM sebesar Rp500.000/semester, ungkapnya.

"Kita berharap, penyaluran BSM tepat sasaran. Karena itu, Disdik kabupaten/kota sebagai pengusul agar lebih teliti dan seksama, sehingga tidak terjadi kesalahan seperti penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)," demikian Ngadimun.


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026